Kawasan Batulanteh di Sumbawa selama ini kerap diidentikkan dengan medan jalannya yang terjal dan menantang. Namun, citra wilayah pegunungan tersebut kini coba diubah secara perlahan melalui aroma harum biji kopi lokal yang mulai merambah panggung dunia. Pemerintah Kabupaten Sumbawa kini tengah gencar mempromosikan Kopi Tepal, salah satu komoditas unggulan dari Kecamatan Batulanteh, agar tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional. Langkah strategis ini diwujudkan secara nyata melalui gelaran Festival Ngemar Kawa 2026 yang diselenggarakan dengan meriah di Desa Tepal.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, menegaskan bahwa festival petik kopi ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan untuk mensyukuri masa panen. Lebih dari itu, momentum ini menjadi peletakan batu pertama dalam membangun masa depan Batulanteh sebagai pusat kopi unggulan yang menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat setempat. Jarot memiliki visi besar agar ada asosiasi ingatan yang kuat di benak publik global; ketika orang membicarakan Sumbawa, ingatan mereka harus langsung tertuju pada kopi berkualitas dari Batulanteh. Potensi ini didukung kuat oleh fakta bahwa varietas kopi dari wilayah ini, termasuk Kopi Tepal, Kopi Punik, dan Kopi Batudulang, telah resmi mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG).
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Pengembangan kawasan pegunungan Batulanteh tidak berhenti pada komoditas kopi semata. Di bawah payung program Sumbawa Hijau Lestari, pemerintah daerah juga berkomitmen mengoptimalkan potensi hasil bumi lainnya seperti kemiri, alpukat, hingga durian. Untuk merealisasikan visi besar tersebut, pembenahan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama guna membuka aksesibilitas wilayah yang selama ini terisolasi. Selain pembangunan fisik, peningkatan kapasitas para petani, perbaikan kualitas serta kemasan produk, hingga pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital terus digenjot agar Batulanteh berkembang menjadi kawasan agrowisata pegunungan unggulan di Nusa Tenggara Barat.
Upaya pembenahan dari hulu ke hilir ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan, menyebutkan bahwa Kopi Tepal saat ini sudah mulai menjangkau pasar perkotaan yang lebih luas, salah satunya dengan tersedianya produk tersebut di sebuah kafe di Kota Mataram. Menurutnya, peluang emas kopi lokal ini untuk menembus pasar global akan terbuka lebar jika didukung oleh ketangguhan para petani, kelembagaan kelompok tani yang kuat, kolaborasi aktif lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas jejaring pasar.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Bagi masyarakat Batulanteh sendiri, festival ini memiliki makna mendalam yang melampaui transaksi ekonomi semata. Camat Batulanteh, Adiman, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur jalan yang kini mulai mempermudah konektivitas wilayah mereka. Adiman menjelaskan bahwa Festival Ngemar Kawa merupakan ekspresi rasa syukur kolektif warga atas limpahan hasil bumi, sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan adat istiadat leluhur. Melalui sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pertanian, masyarakat berharap pariwisata berkelanjutan dapat tumbuh subur di tanah Batulanteh.






