Bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berdampak pada kehidupan masyarakat serta berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi daerah. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, langkah-langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah terdampak terus dilakukan.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak pada Rabu (26/8/2026), termasuk di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Guna mengatasi tantangan distribusi energi akibat gempa NTT, sebanyak 11 truk BBM dikirimkan melalui jalur laut.
Saat ini, stok BBM di sebagian besar wilayah berada di atas batas normal. Ketahanan pasokan energi tersebut diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan hingga sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya tiba.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Selain menjaga pasokan energi, bantuan kemanusiaan juga disalurkan kepada warga terdampak. PPNK 73 Lemhannas membagikan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Sementara itu, di Lapangan Barangkolong, Mochamad Iriawan mengunjungi Posko Pertamina Peduli untuk berdialog dengan pengungsi dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Camat Reok, Ritaudin.
Di posko pengungsian, petugas dari Pertamina Patra Niaga memberikan pendampingan trauma healing bagi anak-anak melalui aktivitas bermain dan bernyanyi di tenda dukungan psikososial.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Di luar penanganan bencana di NTT, keandalan penyaluran energi di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan dipastikan tetap terjaga oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) selama peringatan HUT ke-81 RI. Pada momen peringatan kemerdekaan tersebut, PT Pertamina Hulu Energi Offshore OSES (PHE OSES) juga menyelenggarakan upacara bendera di berbagai fasilitas kerja mereka, mulai dari daratan hingga rig lepas pantai.






