Tim dosen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) berhasil mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal Papandra di Kelurahan Limo, Kota Depok, dalam menyusun strategi diversifikasi produk. Program ini tidak hanya berfokus pada variasi produk, tetapi juga memperkuat pengelolaan keuangan berbasis data agar setiap langkah pengembangan usaha dapat diukur secara konkret. Langkah ini diambil guna mengatasi ketergantungan pelaku usaha pada satu jenis produk saja.
Papandra merupakan salah satu UMKM pangan lokal yang memproduksi camilan tradisional berupa kue garpu atau kue siput dan dikelola langsung oleh Marni Dewi Yanti. Dalam menjalankan usahanya sehari-hari, Papandra sebelumnya kerap terbentur oleh manajemen internal yang belum tertata dengan baik. Usaha ini menghadapi kendala klasik seperti pencatatan transaksi harian yang belum dilakukan secara rutin, serta belum tersusunnya laporan keuangan sederhana. Selain itu, belum adanya perencanaan arus kas membuat pengelolaan modal menjadi kurang optimal. Masalah ini diperumit dengan perhitungan harga pokok produksi serta penetapan harga jual produk ke konsumen yang selama ini masih mengandalkan perkiraan tanpa data riil. Ketergantungan yang tinggi pada satu produk utama juga membuat usaha ini rentan terhadap fluktuasi pasar, sehingga membutuhkan strategi diversifikasi guna memperluas sumber pendapatan mereka.
Melihat persoalan tersebut, tim akademisi dari UPNVJ turun tangan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat. Program yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah mitra ini diberi tajuk "Penguatan Manajemen Keuangan Berbasis Data dan Diversifikasi Produk untuk Meningkatkan Keberlanjutan UMKM Pangan Lokal Papandra". Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin secara langsung oleh Sufyati HS, dengan didampingi oleh dua anggota tim lainnya, yaitu Tri Siswantini dan Tati Handayani. Mereka menyusun kurikulum pelatihan yang mencakup teori manajemen hingga praktik langsung di lapangan.
BPJPH Dorong Sertifikasi Halal Gratis UMK Jelang Wajib Halal Oktober 2026

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap untuk memastikan materi dapat diserap dengan baik oleh pelaku usaha. Rangkaian kegiatan diawali dengan survei awal pada 13 Mei 2026 untuk mengidentifikasi secara mendalam kebutuhan operasional Papandra. Langkah ini kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian sesi pelatihan intensif serta pendampingan berkala yang berlangsung selama bulan Juni hingga Juli 2026. Tidak hanya memberikan materi edukasi, tim Program Kemitraan Masyarakat UPNVJ juga menerapkan teknologi tepat guna untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional harian usaha kue garpu tersebut.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah seluruh rangkaian program selesai, terjadi peningkatan kapasitas yang sangat signifikan pada diri peserta. Rata-rata tingkat pengetahuan peserta program melonjak drastis, dari yang awalnya hanya sebesar 27,2 persen sebelum pendampingan, kini menjadi 89,2 persen. Sementara itu, dari aspek keterampilan praktis, rata-rata kemampuan peserta juga merangkak naik secara signifikan dari 20,8 persen menjadi 86,2 persen. Kenaikan pemahaman dan keahlian praktis ini tercatat melampaui target peningkatan minimal sebesar 60 persen yang telah ditetapkan dalam rencana program kemitraan tersebut.
Pemerintah Jamin Ekonomi Tetap Terkendali Pascakenaikan PPN 12 Persen

Melalui pendampingan yang terstruktur ini, UMKM Papandra kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk mengembangkan usahanya. Penerapan manajemen keuangan berbasis data serta strategi diversifikasi produk diharapkan dapat membuka keran pendapatan baru bagi usaha kue garpu ini, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan pasar pangan lokal yang kian kompetitif.






