Tim dosen dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) berhasil mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan lokal Papandra di Kelurahan Limo, Kota Depok, dalam menyusun strategi diversifikasi produk. Program ini tidak hanya berfokus pada variasi produk, tetapi juga memperkuat pengelolaan keuangan berbasis data agar setiap langkah pengembangan usaha dapat diukur secara konkret. Langkah ini diambil guna mengatasi ketergantungan pelaku usaha pada satu jenis produk saja.
Papandra merupakan salah satu UMKM pangan lokal yang memproduksi camilan tradisional berupa kue garpu atau kue siput dan dikelola langsung oleh Marni Dewi Yanti. Dalam menjalankan usahanya sehari-hari, Papandra sebelumnya kerap terbentur oleh manajemen internal yang belum tertata dengan baik. Usaha ini menghadapi kendala klasik seperti pencatatan transaksi harian yang belum dilakukan secara rutin, serta belum tersusunnya laporan keuangan sederhana. Selain itu, belum adanya perencanaan arus kas membuat pengelolaan modal menjadi kurang optimal. Masalah ini diperumit dengan perhitungan harga pokok produksi serta penetapan harga jual produk ke konsumen yang selama ini masih mengandalkan perkiraan tanpa data riil. Ketergantungan yang tinggi pada satu produk utama juga membuat usaha ini rentan terhadap fluktuasi pasar, sehingga membutuhkan strategi diversifikasi guna memperluas sumber pendapatan mereka.








