apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Ekonomi

Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok

Nyaring AranDiterbitkan 7 Agu 2026 - 22.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ada Apa dengan Saham Energi? Asing Kompak Serok
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham Indonesia memperlihatkan dinamika yang menarik dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Di tengah aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp273,5 miliar di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), sektor energi dan komoditas justru menjadi magnet bagi aliran modal internasional. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran strategi portofolio yang cukup kontras di kalangan pelaku pasar global.

Padahal, dari sisi fundamental makro, kondisi dalam negeri terbilang solid. Ekonomi Indonesia memberikan kejutan positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen pada kuartal II-2026. Angka pertumbuhan yang kuat ini tampaknya memberikan landasan kepercayaan bagi investor asing untuk tetap menaruh dana mereka di instrumen ekuitas dalam negeri, meskipun secara selektif dan terfokus pada sektor-sektor tertentu pada perdagangan Rabu (6/8/2026) hingga Kamis (6/8/2026).

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Fokus utama perburuan investor asing tertuju pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA). Perusahaan yang bergerak di sektor energi dan infrastruktur ini memimpin daftar belanja dengan nilai beli bersih atau net buy asing yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp317,7 miliar. Angka ini jauh melampaui nilai transaksi pembelian bersih di saham-saham lainnya pada periode tersebut.

Selain DSSA, saham berbasis energi dan sumber daya lainnya juga tidak luput dari aksi borong asing. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatatkan net buy asing sebesar Rp105,6 miliar. Langkah serupa diikuti oleh PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang berhasil membukukan net buy dari investor asing senilai Rp100,7 miliar.

Baca Juga

PNM Fasilitasi Studi Banding Gratis untuk Dorong Inovasi Usaha Nasabah Mekaar

PNM Fasilitasi Studi Banding Gratis untuk Dorong Inovasi Usaha Nasabah Mekaar

Tidak hanya di sektor energi primer dan infrastruktur pendukungnya, aliran modal asing juga mengalir ke saham-saham tambang logam dan industri semen. PT Timah Tbk. (TINS) mencatat net buy sebesar Rp41,2 miliar, disusul oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan nilai beli bersih Rp24,1 miliar. Sementara itu, emiten semen pelat merah PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) juga ikut dikoleksi asing dengan nilai net buy mencapai Rp16,3 miliar.

Sebaliknya, pemandangan berbeda terlihat pada kelompok saham blue chip dan beberapa emiten tambang mineral lainnya yang justru dilepas oleh investor asing. Saham perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas dengan catatan net sell mencapai Rp215 miliar. Aksi lego ini menunjukkan adanya penyesuaian bobot portofolio pada sektor keuangan.

Sektor pendukung teknologi baterai dan telekomunikasi juga menghadapi tekanan jual. Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (EMAS) mencatat net sell sebesar Rp109,7 miliar. Langkah divestasi jangka pendek ini juga menimpa saham telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang membukukan net sell sebesar Rp96,7 miliar.

Baca Juga

Pemerintah Masih Rahasiakan Besaran Defisit RAPBN 2027

Pemerintah Masih Rahasiakan Besaran Defisit RAPBN 2027

Di sektor tambang mineral, dua emiten logam mulia dan mineral juga tidak luput dari aksi jual asing. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan net sell sebesar Rp89,1 miliar, sedangkan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mencatat aliran modal keluar dengan net sell sebesar Rp79,6 miliar.

Secara keseluruhan, kontrasnya pergerakan dana asing ini menggambarkan sikap kehati-hatian investor dalam mengantisipasi dinamika pasar global, sembari memanfaatkan momentum pertumbuhan domestik Indonesia yang tetap kokoh di angka 5,29 persen. Aksi serok saham energi di satu sisi dan pelepasan saham perbankan serta mineral di sisi lain mempertegas bahwa strategi investasi saat ini sangat bergantung pada prospek sektoral jangka pendek.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pasar modalBursa Efek Indonesiainvestor asingSaham Energi

Berita Terbaru Lainnya

Badan Gizi Nasional Temukan Enam Juta Data Ganda Penerima Makan Bergizi GratisPNM Fasilitasi Studi Banding Gratis untuk Dorong Inovasi Usaha Nasabah MekaarPemerintah Masih Rahasiakan Besaran Defisit RAPBN 2027Perampokan Bersenjata di Cibitung Bekasi, Uang Puluhan Juta Rupiah Milik Nasabah Bank RaibPolisi Selidiki Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Yayasan Sekolah Jakarta SelatanASN Bandung Barat Dipanggil Usai Live TikTok Singgung Fee Proyek Saat Jam KerjaSengketa Tiga Pembina Yayasan di Balik Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Pondok PinangMantan Ketua Yayasan IWD Bantah Kepemilikan Narkoba dan CD Porno di Sekolah Pondok Pinang

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap