Kawasan Monumen Nasional (Monas) di Kota Administrasi Jakarta Pusat hari ini menjadi pusat perhatian masyarakat. Acara Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 dijadwalkan berlangsung di lokasi tersebut pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan keagamaan dan kebangsaan ini akan dimulai pada sore hari pukul 17.00 WIB dan direncanakan selesai pada malam hari pukul 21.30 WIB.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar pusat kegiatan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Pengumuman mengenai pengaturan arus kendaraan ini telah dipublikasikan secara resmi oleh pihak Dishub melalui akun media sosial Instagram @dishubdkijakarta sejak Jumat (31/6). Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat umum maupun para peserta yang hadir.
Bagi masyarakat yang berniat menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini, Dishub DKI Jakarta memberikan imbauan tegas terkait ketertiban parkir. Para peserta dilarang keras memarkirkan kendaraan pribadi mereka di badan jalan di sekitar kawasan Monas. Sebagai solusinya, pihak berwenang telah menyediakan 19 lokasi parkir resmi yang tersebar di sekitar area acara untuk menampung kendaraan para pengunjung.
KPK Geledah Rektorat Unsoed dan Rumah Tersangka, Sita Bukti Pengkondisian Mahasiswa Baru

Beberapa lokasi parkir yang disediakan oleh Dishub DKI Jakarta antara lain adalah Galeri Nasional, Stasiun Gambir, dan Masjid Istiqlal. Selain itu, kantong parkir juga disiapkan di Pelataran Parkir IRTI Monas, Gedung Pertamina Lama, Gedung PLN Pusat, Kementerian Perdagangan, Lemhannas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, Kementerian BUMN, Menara Dana Reksa, Gedung Indosat, Bank Indonesia, Kementerian Agama, Kantor Pos Indonesia, Gedung Sapta Pesona, hingga JIEXPO Kemayoran. Dengan banyaknya pilihan ini, diharapkan tidak ada penumpukan kendaraan di satu titik tertentu.
Selain pengaturan parkir, Dishub DKI Jakarta sangat menganjurkan agar masyarakat yang ingin menuju ke lokasi acara menggunakan moda transportasi umum. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mengurangi potensi kemacetan parah di jantung ibu kota. Layanan transportasi publik seperti Transjakarta tetap beroperasi, namun pihak pengelola akan melakukan penyesuaian rute perjalanan apabila diberlakukan pengalihan arus lalu lintas secara situasional selama acara berlangsung.
Penasihat LBM NU DKI Minta NU Mandiri Secara Ekonomi, Agar Tak Mudah Terkooptasi

Rekayasa lalu lintas dan pemantauan pergerakan kendaraan akan mencakup berbagai ruas jalan penting di sekitar Jakarta Pusat. Beberapa kawasan dan jalan yang berpotensi mengalami penyesuaian arus lalu lintas antara lain wilayah Harmoni, Tugu Tani, Senen, Tanah Abang, Lapangan Banteng, Kramat Sentiong, Salemba, serta Bundaran HI.
Jalan-jalan protokol seperti Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Majapahit, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Abdul Muis, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Taman Pejambon, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Cideng Timur, Jalan Cideng Barat, Jalan Jati Baru Raya, Jalan Kebon Sirih, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sahari, Jalan Kramat Raya, Jalan Pasar Senen, Jalan Gunung Sahari Raya, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Katedral juga akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.






