Sebanyak 46.399 kilogram atau sekitar 46 ton bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersimpan di gudang Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Data ketersediaan logistik tersebut tercatat per tanggal 29 Agustus 2026.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, memaparkan data tersebut di Jakarta pada Senin (31/8/2026). Pada 29 Agustus 2026, gudang Posduklognas Halim menerima tambahan pasokan logistik sebanyak 4.813 kilogram atau sekitar 4,8 ton bantuan yang berasal dari sembilan donatur.
Kemenkomdigi Blokir Situs Judi Online di Indonesia, Jutaan Domain dan Platform Prediksi Ditutup

Di samping menerima pasokan masuk, proses penyaluran bantuan ke wilayah bencana juga terus berjalan. Pada hari yang sama, sebanyak 21.738 kilogram atau sekitar 21,7 ton bantuan telah didistribusikan ke wilayah terdampak gempa di NTT. Pengiriman bantuan menuju Maumere tersebut dilakukan melalui satu sorti penerbangan dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.
Perkembangan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Berbagai Daerah

Distribusi melalui jalur udara ini dimanfaatkan demi mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. BNPB menyatakan bahwa pengelolaan bantuan ini dipandu oleh prinsip tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu. Penanganan logistik tersebut menjadi bagian dari upaya tanggap darurat gempa bumi NTT yang melibatkan kerja sama antara pemerintah, TNI, lembaga terkait, serta para donatur.






