Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan konflik antara PT Timah Tbk dan masyarakat di Belitung Timur melalui mediasi dalam Rapat Tingkat Menteri. Pertemuan yang difasilitasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan tersebut berhasil mencapai kesepahaman bersama. Salah satu poin penting yang disepakati adalah PT Timah kini dapat membeli timah langsung dari masyarakat setempat. Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan setelah terjadinya aksi perusakan dan pembakaran kantor operasional PT Timah Tbk di Belitung Timur, yang merupakan tanah kelahiran Yuri Kemal Fadlullah.
Langkah mediasi ini mendapat sambutan positif dari Penjabat (Pj) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Bulan Bintang (PBB), Yuri Kemal Fadlullah. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada 19 Agustus, Yuri mengapresiasi solusi yang ditawarkan pemerintah. Ia menekankan bahwa perputaran ekonomi di Bangka Belitung sangat bergantung pada sektor pertimahan. Menurutnya, timah bukan hanya komoditas bisnis, melainkan sumber penghidupan utama bagi masyarakat luas di daerah tersebut. Setelah kejadian konflik tersebut, pihak PT Timah Tbk memastikan bahwa seluruh karyawan mereka dalam kondisi selamat. Selain itu, dilaporkan pula bahwa sudah tidak ada lagi laporan mengenai warga yang dinyatakan hilang.
KBPP Polri Soroti Peran Persuasif Pemerintah Jaga Kedamaian di Aceh

Meski mediasi telah mencapai kesepahaman, proses hukum terhadap aksi kekerasan tetap berjalan. PT Timah Tbk secara resmi telah melaporkan perusakan dan pembakaran kantor operasionalnya di Belitung Timur kepada pihak kepolisian. Kapolda Bangka Belitung menegaskan adanya konsekuensi hukum bagi para pelaku kekerasan tersebut. Di sisi lain, Polda Bangka Belitung juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pemberantasan pertambangan ilegal di wilayah tersebut. Hal ini penting mengingat kontribusi Indonesia yang signifikan terhadap pasokan timah dunia, yakni mencapai sekitar 18 persen.
Sebagai bagian dari keterbukaan informasi dan upaya memperkuat transparansi, PT Timah Tbk menyelenggarakan Public Expose Insidentil secara daring pada Rabu, 15 Oktober. Dalam perkembangannya, perusahaan ini juga resmi mengumumkan peluang kerja sama kemitraan tambang yang terbuka bagi para mitra potensial. Kerja sama ini difokuskan pada penambangan di wilayah laut dengan menggunakan Kapal Isap Produksi.
Momen Prabowo Ramah Tamah Bersama Paskibraka dan Petugas Upacara HUT Ke-81 RI

Di samping persoalan pertambangan, Provinsi Bangka Belitung saat ini juga menghadapi tantangan lingkungan dan pangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengonfirmasi adanya kebakaran lahan seluas 200 hektare selama periode Juli hingga Agustus akibat cuaca ekstrem, dengan total 158 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut. Cuaca ekstrem dan kerusakan embung juga menyebabkan 2,2 hektare sawah di Desa Kemuje, Bangka, mengalami gagal panen. Untuk menjaga ketahanan pangan, stok beras di Bangka Belitung saat ini turut didukung oleh pasokan beras lokal dari Desa Rias, Bangka Selatan.






