Gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo 7,7 telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di kawasan utara Flores dan Nagekeo. Bencana gempa bumi tektonik ini dipicu oleh adanya aktivitas dari Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Menanggapi bencana tersebut, PT Pegadaian (Persero) bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT. Tim dari Pegadaian turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan tersebut pada hari Senin, 17 Agustus 2026.
Bantuan tanggap darurat yang diberikan oleh PT Pegadaian (Persero) tersebut disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli. Program TJSL Pegadaian Peduli ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian nyata dari perusahaan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana. Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan oleh pihak Pegadaian Kantor Wilayah Denpasar difokuskan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat berlangsung.
Paket logistik yang dibagikan oleh tim Pegadaian mencakup berbagai macam kebutuhan dasar yang sangat diperlukan oleh para korban. Paket logistik tersebut meliputi bahan pangan pokok atau sembako, pasokan air bersih, perlengkapan khusus untuk bayi dan balita, obat-obatan, serta kebutuhan sanitasi masyarakat. Selain menyalurkan paket logistik tersebut, Pegadaian juga menyediakan fasilitas perlindungan sementara untuk para pengungsi, yang terdiri dari tenda pengungsian, selimut, dan tikar lipat.
Momen Hangat Prabowo Bertemu Petugas HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Penyaluran dan distribusi bantuan tanggap darurat ini dilakukan secara langsung ke sejumlah titik pengungsian di enam wilayah kabupaten di NTT. Wilayah-wilayah yang menerima penyaluran bantuan tersebut adalah Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur. Tim Pegadaian mendatangi lokasi-lokasi tersebut pada hari Senin, 17 Agustus 2026, untuk menyampaikan bantuan secara langsung kepada warga.
Dalam proses penyaluran bantuan ini, PT Pegadaian (Persero) juga aktif menjalin koordinasi dengan berbagai pihak berwenang untuk mengidentifikasi kebutuhan para pengungsi. Pegadaian berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan jaringan kantor cabang Pegadaian terdekat yang berada di wilayah NTT agar dapat memetakan kebutuhan para pengungsi secara tepat.
Prakiraan Cuaca BMKG hingga 21 Agustus, Jakarta Berpotensi Hujan

Selain berfokus pada penyaluran bantuan darurat, PT Pegadaian (Persero) juga melakukan langkah penanganan internal. Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menyatakan bahwa saat ini Pegadaian tengah melakukan inventarisasi dan pendataan. Proses inventarisasi dan pendataan ini dilakukan secara menyeluruh terhadap nasabah maupun fasilitas operasional milik Pegadaian yang terdampak akibat bencana gempa bumi di wilayah NTT tersebut.






