Bisnis jasa logistik di Indonesia terus menunjukkan tren perkembangan yang positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Perkembangan yang terjadi di sektor jasa logistik ini berjalan sejalan dengan terus bertumbuhnya ekonomi digital di wilayah Republik Indonesia. Pertumbuhan ekonomi digital yang terus melaju pesat secara langsung memicu peningkatan kebutuhan terhadap layanan pengiriman barang dan logistik guna menopang aktivitas perdagangan elektronik atau e-commerce yang kian marak di tengah masyarakat.
Berbagai tantangan serta kondisi riil dari bisnis logistik di sektor e-commerce tersebut menjadi topik pembahasan utama dalam program Closing Bell di CNBC Indonesia yang disiarkan pada hari Rabu, tanggal 19 Agustus 2026. Dialog interaktif ini dipandu oleh pembawa acara Serliana Salsabila dengan menghadirkan narasumber Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Logistik Ecommerce (APLE), yaitu Sonny Harsono. Di dalam dialog tersebut, dibahas secara mendalam mengenai dinamika persaingan serta arah perkembangan industri logistik tanah air.
Update Gempa Flores, 71 Korban Meninggal, 59.647 Orang Pengungsi

Dalam pembahasan tersebut, Sonny Harsono memaparkan bahwa bisnis jasa logistik saat ini harus merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang. Menurut penjelasan dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Logistik Ecommerce (APLE) tersebut, pasar saat ini sangat membutuhkan layanan logistik yang cepat dan murah. Kriteria kecepatan pengiriman serta efisiensi biaya menjadi tuntutan mendasar dari konsumen, sehingga penyedia jasa logistik dituntut untuk dapat menghadirkan solusi pengiriman yang tidak hanya cepat sampai ke tujuan tetapi juga memiliki tarif yang terjangkau.
Kendati demikian, Sonny Harsono juga menyoroti hambatan yang dihadapi oleh para pelaku usaha logistik berskala lebih kecil. Beliau menjelaskan bahwa saat platform besar menguasai rantai pasok (supply chain) dan terjadi integrasi vertikal, maka hal tersebut tidak memberikan peluang bagi pertumbuhan bisnis logistik kecil lainnya. Dominasi dari platform-platform besar yang mengendalikan seluruh proses dari hulu ke hilir ini dinilai membatasi ruang kompetisi yang sehat bagi para pengusaha logistik lokal yang berskala kecil untuk turut menikmati kue pertumbuhan ekonomi digital.
Utang Rp876 Triliun untuk APBN 2027, Investasi atau Beban Baru?

Melalui pemaparan dalam dialog Closing Bell di CNBC Indonesia bersama Serliana Salsabila pada Rabu, 19 Agustus 2026, Sonny Harsono selaku perwakilan dari APLE menekankan pentingnya perhatian terhadap struktur persaingan ini. Meskipun bisnis jasa logistik nasional berhasil tumbuh mencapai 6 persen secara tahunan, keberlangsungan industri ini juga bergantung pada bagaimana kesempatan berusaha didistribusikan. Tanpa adanya kesempatan yang setara bagi bisnis logistik kecil di tengah dominasi integrasi vertikal oleh platform besar, potensi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tidak akan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku industri logistik.






