Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Akprind Indonesia secara resmi telah melaksanakan program pelatihan yang berfokus pada pengenalan teknologi pertanian. Pelatihan yang diberikan kepada masyarakat ini mengusung tema penerapan sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT). Kegiatan pelatihan teknologi ini ditujukan secara khusus kepada Kelompok Tani Rukun Makmur I. Program pengabdian masyarakat yang digagas oleh akademisi Universitas Akprind Indonesia tersebut diselenggarakan pada bulan Juli tahun 2026 yang lalu. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi teknologi bagi para petani setempat dalam mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan efisiensi pengairan lahan pertanian mereka.
Pelatihan teknologi ini dilaksanakan secara langsung di wilayah Karanggeneng, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Daerah Karanggeneng sendiri merupakan salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sebagai kawasan agraris, sebagian besar masyarakat di Karanggeneng bekerja sebagai petani yang mengelola lahan pertanian di daerah tersebut.
Benarkah Makanan Pedas Bisa Membakar Kalori

Berdasarkan data kondisi wilayah setempat, kawasan Karanggeneng memiliki potensi lahan pertanian berupa sawah dengan luas mencapai sekitar 45 hektare. Di wilayah ini pula, terdapat sekitar 70 kepala keluarga yang tergabung secara aktif dalam Kelompok Tani Rukun Makmur I. Meskipun memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas dan didukung oleh puluhan kepala keluarga petani, para petani di wilayah Karanggeneng masih menghadapi berbagai macam tantangan yang berkaitan erat dengan sistem pengairan lahan pertanian mereka.
Lahan pertanian yang ada di wilayah Karanggeneng ini sebagian besar terdiri dari sawah tadah hujan. Sawah tadah hujan di kawasan tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan untuk proses pengairannya. Kondisi ini diperparah oleh adanya keterbatasan saluran irigasi yang ada di wilayah tersebut. Akibat dari keterbatasan saluran irigasi dan ketergantungan yang tinggi pada air permukaan ini, para petani setempat hanya dapat menanam padi sebanyak satu kali saja dalam kurun waktu satu tahun.
Doa Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Keutamaan

Melalui pelatihan sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT) yang diinisiasi oleh Tim PkM Universitas Akprind Indonesia ini, diharapkan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Makmur I di Karanggeneng dapat mengatasi kendala keterbatasan air tersebut. Penerapan teknologi pengairan yang lebih modern dan efisien ini dirancang untuk dapat mengoptimalkan penggunaan air secara tepat sasaran, sehingga efisiensi pengairan lahan pertanian dapat meningkat secara signifikan demi mendukung produktivitas pertanian lokal di Kabupaten Magelang.






