apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Technology

Tim Akprind Kenalkan Irigasi Tetes Berbasis IoT kepada Petani Magelang

Togar PanjaitanDiterbitkan 20 Agu 2026 - 01.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tim Akprind Kenalkan Irigasi Tetes Berbasis IoT kepada Petani Magelang
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Akprind Indonesia secara resmi telah melaksanakan program pelatihan yang berfokus pada pengenalan teknologi pertanian. Pelatihan yang diberikan kepada masyarakat ini mengusung tema penerapan sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT). Kegiatan pelatihan teknologi ini ditujukan secara khusus kepada Kelompok Tani Rukun Makmur I. Program pengabdian masyarakat yang digagas oleh akademisi Universitas Akprind Indonesia tersebut diselenggarakan pada bulan Juli tahun 2026 yang lalu. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat untuk memberikan solusi teknologi bagi para petani setempat dalam mengatasi keterbatasan air serta meningkatkan efisiensi pengairan lahan pertanian mereka.

Pelatihan teknologi ini dilaksanakan secara langsung di wilayah Karanggeneng, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Daerah Karanggeneng sendiri merupakan salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sebagai kawasan agraris, sebagian besar masyarakat di Karanggeneng bekerja sebagai petani yang mengelola lahan pertanian di daerah tersebut.

Baca Juga

Benarkah Makanan Pedas Bisa Membakar Kalori

Benarkah Makanan Pedas Bisa Membakar Kalori

Berdasarkan data kondisi wilayah setempat, kawasan Karanggeneng memiliki potensi lahan pertanian berupa sawah dengan luas mencapai sekitar 45 hektare. Di wilayah ini pula, terdapat sekitar 70 kepala keluarga yang tergabung secara aktif dalam Kelompok Tani Rukun Makmur I. Meskipun memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas dan didukung oleh puluhan kepala keluarga petani, para petani di wilayah Karanggeneng masih menghadapi berbagai macam tantangan yang berkaitan erat dengan sistem pengairan lahan pertanian mereka.

Lahan pertanian yang ada di wilayah Karanggeneng ini sebagian besar terdiri dari sawah tadah hujan. Sawah tadah hujan di kawasan tersebut sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan untuk proses pengairannya. Kondisi ini diperparah oleh adanya keterbatasan saluran irigasi yang ada di wilayah tersebut. Akibat dari keterbatasan saluran irigasi dan ketergantungan yang tinggi pada air permukaan ini, para petani setempat hanya dapat menanam padi sebanyak satu kali saja dalam kurun waktu satu tahun.

Baca Juga

Doa Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Keutamaan

Doa Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Keutamaan

Melalui pelatihan sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT) yang diinisiasi oleh Tim PkM Universitas Akprind Indonesia ini, diharapkan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Rukun Makmur I di Karanggeneng dapat mengatasi kendala keterbatasan air tersebut. Penerapan teknologi pengairan yang lebih modern dan efisien ini dirancang untuk dapat mengoptimalkan penggunaan air secara tepat sasaran, sehingga efisiensi pengairan lahan pertanian dapat meningkat secara signifikan demi mendukung produktivitas pertanian lokal di Kabupaten Magelang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Benarkah Makanan Pedas Bisa Membakar KaloriDoa Puasa Senin Kamis Lengkap dengan KeutamaanGubernur Dedi Mulyadi Akan Rampingkan OPD dan Gabungkan BUMD Jawa BaratDedi Mulyadi Nilai Evaluasi Anggaran Jadi Kunci Orkestrasi Pembangunan JabarDi Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari SeratKPK Usut Dugaan Penyimpangan Proyek di Bengkulu Seperti Kasus Rejang LebongTak Cuma di Muara Enim, KPK Temukan Dugaan Sulap Laporan BPK di 2 Wilayah IniDitabrak Ambulans Bawa Jenazah di Tol Batang, Ban Serep Truk Sampai Terpental

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap