Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, AH Bimo Suryono, memberikan perhatian khusus terhadap penanganan situasi pasca-insiden pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21. Dalam keterangannya, KBPP Polri soroti peran persuasif pemerintah jaga kedamaian di Aceh serta kesigapan aparat keamanan dalam mengelola potensi konflik secara humanis. Langkah tersebut dinilai sangat krusial untuk menjaga stabilitas wilayah pasca-ketegangan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Ketegangan di Aceh tersebut bermula dari aksi massa pada Sabtu, 15 Agustus. Kerusuhan di depan kawasan Masjid Raya dipicu oleh tindakan penurunan bendera merah putih dari tiang yang berada di pekarangan. Sementara itu, di Pendopo Gubernur, sekelompok massa melakukan aksi pencopotan lambang negara burung Garuda, menurunkan bendera merah putih, dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Peristiwa ini memicu respons cepat dari aparat keamanan guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Polri Tegaskan Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Kantongi Lebih dari Dua Alat Bukti

Dampak dari insiden tersebut, aparat sempat mengamankan lima orang untuk dimintai keterangan, meskipun kini kelimanya telah dilepaskan kembali. Upaya persuasif yang dikedepankan terbukti efektif meredam ketegangan di lapangan. Kapolda Aceh Irjen Ruddi Setiawan mengonfirmasi bahwa situasi di Aceh telah kembali kondusif setelah peristiwa pada hari Sabtu itu. Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8), yang memastikan bahwa seluruh situasi di Aceh kini sudah berada di bawah kendali aparat.
Selain menyoroti perkembangan di Aceh, Bimo Suryono turut mengapresiasi kinerja cepat pemerintah dan aparat dalam penanganan pascabencana, termasuk pengiriman bantuan sosial setelah gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia juga menyinggung keberlangsungan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, dan Sekolah Rakyat yang tetap berjalan dengan evaluasi serta perbaikan sistem pelaksanaan secara berkala.
Momen Prabowo Ramah Tamah Bersama Paskibraka dan Petugas Upacara HUT Ke-81 RI

Sebagai langkah berikutnya, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas insiden penurunan bendera merah putih serta pencopotan lambang negara tersebut. Penyelidikan ini penting untuk memastikan kepastian hukum berjalan beriringan dengan upaya perdamaian. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, saat memberikan keterangan di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Senin (17/8), meminta seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri. Ia berharap semua pihak dapat menjaga ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian di Aceh agar suasana kondusif yang telah terbangun dapat terus dipertahankan.






