Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng, melalui perwakilannya di Indonesia, Xpeng Indonesia, menegaskan komitmennya untuk mendukung program lokalisasi industri otomotif nasional. Perusahaan tersebut menargetkan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen pada tahun 2027 mendatang. Langkah strategis ini diambil guna memenuhi regulasi pemerintah sekaligus memperkuat basis produksi lokal mereka di tanah air. Saat ini, pihak Xpeng mengklaim bahwa kendaraan listrik mereka yang dirakit secara lokal telah mengantongi kandungan lokal atau nilai TKDN di atas 40 persen.
Target pencapaian TKDN yang dicanangkan oleh Xpeng Indonesia ini merujuk secara langsung pada regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023. Peraturan tersebut mengatur peta jalan penggunaan komponen lokal untuk kendaraan listrik roda empat di Indonesia secara bertahap. Berdasarkan aturan tersebut, kendaraan listrik roda empat diwajibkan memiliki TKDN minimal sebesar 40 persen untuk periode tahun 2022 hingga 2026. Selanjutnya, kewajiban tersebut akan meningkat menjadi minimal 60 persen pada periode tahun 2027 hingga 2029, dan harus mencapai batas minimal 80 persen mulai tahun 2030 dan seterusnya.
Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDN

Menanggapi target regulasi tersebut, Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, menjelaskan mengenai kondisi terkini terkait kandungan lokal pada produk mereka. Mobil-mobil listrik Xpeng yang saat ini dirakit di dalam negeri diklaim sudah memenuhi syarat awal dengan tingkat komponen lokal di atas 40 persen. Dalam upaya meningkatkan persentase tersebut ke depannya, komponen terbesar yang sangat dibutuhkan adalah baterai. Kebutuhan komponen baterai ini tidak hanya mencakup fisik sel baterai saja, melainkan juga sistem manajemen baterai (battery management system) serta rantai pasok pendukungnya yang terintegrasi.
Guna memenuhi kebutuhan komponen vital tersebut, Xpeng Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dalam penyediaan paket baterai. Mobil-mobil listrik Xpeng yang dirakit secara lokal menggunakan paket baterai yang diproduksi oleh UABS (Unified Advanced/Automotive Battery System). UABS sendiri memiliki fasilitas manufaktur yang berlokasi di SAIC International Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat. Kerja sama erat dengan UABS ini menjadi pilar penting dalam menyokong kelancaran proses perakitan dan produksi kendaraan listrik Xpeng yang dilakukan di fasilitas perakitan milik Handal Indonesia Motor.
Apple dan Pemerintah Sepakat, iPhone 16 Series Segera Dijual Resmi di Indonesia

Di samping fokus pada peningkatan kandungan lokal dan proses produksi dalam negeri, Xpeng Indonesia juga terus memperluas jaringan pemasaran dan layanan purnajual mereka untuk menjangkau konsumen tanah air secara lebih luas. Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, diler ketujuh Xpeng kini telah resmi beroperasi di kawasan Alam Sutera, Tangerang. Dengan kombinasi penguatan rantai pasok lokal dan perluasan jaringan diler, Xpeng berupaya memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan industri kendaraan listrik di Indonesia, termasuk target pemenuhan TKDN sebesar 60 persen pada 2027 dan target jangka panjang 80 persen pada tahun 2030 mendatang.






