apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Lingkungan

Warga Cidokom Bogor Terpaksa Mengonsumsi Air Berlumpur Akibat Kemarau

Nyaring AranDiterbitkan 27 Jul 2026 - 15.25 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Warga Cidokom Bogor Terpaksa Mengonsumsi Air Berlumpur Akibat Kemarau
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Kabupaten Bogor sering kali diidentikkan dengan wilayah basah yang berlimpah air. Namun, potret buram kekeringan justru terpampang nyata di Kampung Cijaura, Desa Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada Minggu, 26 Juli 2026, keindahan alam kawasan penyangga ibu kota ini seolah tertutup oleh kabut krisis yang mencekik kehidupan sehari-hari warganya. Kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut telah memaksa masyarakat setempat berhadapan dengan kenyataan pahit yaitu hilangnya akses terhadap air bersih yang layak konsumsi.

Di tengah terik matahari akhir Juli tersebut, satu-satunya sumber mata air yang tersisa di kampung itu menjadi pusat pertahanan hidup. Sayangnya, kondisi air yang diperebutkan jauh dari kata higienis. Alih-alih jernih, air yang keluar dari ceruk tanah tersebut telah bercampur dengan lumpur kecokelatan. Kendati demikian, warga tidak memiliki pilihan lain. Bagi mereka, air keruh yang bercampur tanah itu tetaplah harta karun berharga yang harus diperjuangkan demi menyambung hidup di tengah cekaman musim kemarau.

Baca Juga

KRL Angke鈥揗anggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

KRL Angke鈥揗anggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

Perjuangan mendapatkan air ini bukan hanya menjadi beban orang dewasa. Anak-anak di Kampung Cijaura terpaksa kehilangan waktu bermain mereka demi membantu keluarga. Tampak anak-anak kecil dengan setia menemani ibu mereka, berjongkok di dekat kubangan air berlumpur, lalu perlahan-lahan menyendok cairan keruh tersebut ke dalam wadah penampungan. Pemandangan ini memperlihatkan betapa krisis lingkungan langsung berdampak pada kelompok paling rentan, memaksa pundak-pundak kecil ikut memikul beban hidup yang berat.

Setelah wadah-wadah plastik terisi penuh dengan air keruh, perjuangan belum selesai. Warga harus memikul beban berat tersebut berjalan kaki melewati jalanan desa. Dengan menggunakan bilah bambu yang diletakkan di atas bahu, jeriken dan ember bergelantungan di kedua ujungnya, bergoyang seiring langkah kaki yang letih. Setiap tetes air berlumpur itu sangat berharga, sehingga mereka harus berjalan ekstra hati-hati agar air yang diperoleh dengan susah payah tidak tumpah di tengah jalan.

Baca Juga

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Krisis yang mendera Desa Cidokom ini menjadi alarm keras mengenai dampak nyata dari perubahan cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang kian tidak menentu. Ketika satu-satunya mata air di kampung tersebut mulai menyusut dan menyisakan lumpur, ketahanan domestik warga benar-benar diuji pada tingkat yang paling mendasar. Kehidupan sehari-hari kini tidak lagi berputar pada produktivitas ekonomi atau pendidikan, melainkan menyusut menjadi sebuah pertanyaan sederhana namun krusial yaitu bagaimana cara mendapatkan air untuk hari esok.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bogorkrisis air bersihkemarau panjangdesa cidokomair berlumpur

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap