Langkah nyata transformasi pendidikan nasional kini mulai menjangkau wilayah-wilayah terdepan dan terluar Indonesia. Menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa berbagai kebijakan pendidikan strategis pemerintah saat ini telah dirasakan dampaknya secara nyata oleh masyarakat di berbagai pelosok daerah. Salah satu contoh nyata adalah Kristina Beno, siswi kelas VI sekolah dasar asal Merauke, Papua Selatan, yang kini telah menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan ini didorong oleh komitmen pemerintah dalam melakukan pemerataan kualitas pendidikan dan menjangkau anak-anak dengan berbagai latar belakang. Landasan hukum seperti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 menjadi acuan dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah serta digitalisasi pembelajaran. Selain itu, pemerintah juga menerapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah guna memberikan akses pendidikan, serta Inpres Nomor 10 Tahun 2026 yang mengatur Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Dampak dari kebijakan tersebut terlihat jelas dalam serangkaian peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Di SMPN Teriak 3 Bengkayang, Kalimantan Barat, terjadi perubahan positif pada lingkungan belajar setelah sekolah tersebut direvitalisasi. Sementara itu, digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan perangkat papan interaktif digital (PID) mulai dirasakan di PAUD Indo Tionghoa Tarakan, Kalimantan Utara, di mana anak-anak aktif mengikuti permainan edukatif. SD Inpres 10 Mansinam di Papua Barat yang berdiri sejak tahun 1980 juga telah menerima bantuan perangkat PID tersebut.
Update Gempa NTT, 14 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Selain itu, program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berhasil mengembalikan anak-anak yang sempat putus sekolah ke bangku pendidikan formal. Di Jambi, Renaldi Pratama yang bekerja sebagai pencuci motor dapat kembali belajar melalui program PJJ di SMAN 1 Bungo. Hal serupa dialami oleh Syafira di SMA Negeri 20 Batam, Kepulauan Riau, yang sebelumnya sempat berhenti sekolah karena kendala ekonomi dan harus membantu orang tuanya berjualan es cendol.
Untuk program ke depan, pada tahun 2025, Presiden Prabowo mengumumkan sebanyak 16.167 satuan pendidikan akan menerima bantuan revitalisasi, dengan penyediaan satu perangkat PID untuk setiap sekolah. Target ini akan ditingkatkan secara signifikan pada tahun 2026 menjadi 71.774 satuan pendidikan yang mencakup wilayah terluar seperti Miangas, serta peningkatan dukungan PID menjadi tiga perangkat per sekolah. Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti terus turun langsung untuk memastikan kebijakan Presiden berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Bahas Pembentukan Bursa Komoditas hingga Efisiensi Anggaran Kementerian

Di samping itu, sebanyak 17 SNT saat ini mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027. Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi juga terus diperluas hingga kini menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, termasuk penyelesaian pembangunan empat SMA Unggul Garuda baru di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan. Kunjungan kerja ke SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Juli 2026, serta Pulau Belakang Padang di Kota Batam, Kepulauan Riau pada Rabu (12/8) menjadi bagian dari upaya memastikan program prioritas ini benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.






