apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Politik

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Mecca Joint Deterrence Agreement

Agus CahyonoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 22.50 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Sepakati Pakta Pertahanan Mecca Joint Deterrence Agreement
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Tiga pemimpin negara, yakni Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, secara resmi menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada Jumat (7/8). Kesepakatan yang diberi nama Mecca Joint Deterrence Agreement tersebut ditandatangani langsung di kota suci Mekah. Kerja sama ini menandai langkah diplomasi pertahanan yang signifikan di tengah eskalasi konflik yang terus membayangi kawasan.

Melalui pakta pertahanan ini, ketiga negara berkomitmen untuk memperkuat pencegahan kolektif terhadap setiap tindakan agresi dari luar. Salah satu klausul utama yang disepakati menetapkan bahwa serangan bersenjata yang ditujukan kepada salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap mereka semua. Langkah ini secara efektif menyatukan kekuatan strategis yang berbeda: Pakistan dengan kapabilitas militer sebagai negara bersenjata nuklir, Arab Saudi dengan kapasitas finansialnya sebagai produsen minyak kaya, serta Turki sebagai anggota NATO yang memiliki basis industri pertahanan besar dan terus berkembang pesat.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan menyusul berbagai insiden keamanan yang terjadi di kawasan belakangan ini. Sebagai contoh, sehari sebelum kesepakatan ditandatangani, tepatnya pada Kamis, sebuah serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi dilaporkan melukai 11 orang di sebuah kota perbatasan Arab Saudi. Secara keseluruhan, kelompok Houthi setidaknya telah meluncurkan 12 serangan rudal ke wilayah pemerintah Yaman, yang tidak hanya menewaskan 30 tentara tetapi juga melukai warga sipil di wilayah Arab Saudi.

Baca Juga

Gubernur Bali Wayan Koster Bantah Hambat Program Makan Bergizi Gratis

Gubernur Bali Wayan Koster Bantah Hambat Program Makan Bergizi Gratis

Ketegangan dengan Iran juga menjadi latar belakang penting. Pada April lalu, Pakistan telah menunjukkan komitmen dukungannya dengan mengirimkan armada pesawat tempur ke Arab Saudi setelah kerajaan tersebut menghadapi serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) dari Iran. Di sisi lain, Iran juga dilaporkan pernah meluncurkan rudal ke arah Turki, yang merupakan anggota NATO dan menampung pangkalan-pangkalan militer penting bagi pasukan Amerika Serikat. Sementara itu, dinamika konflik regional lainnya juga diwarnai oleh serangan rudal Israel terhadap pemimpin Hamas di Qatar pada tahun lalu.

Meskipun pakta ini memuat klausul pertahanan bersama yang kuat, para pejabat dari negara-negara anggota segera memberikan klarifikasi mengenai sifat dari aliansi baru ini. Seorang pejabat Turki menegaskan bahwa pakta tersebut murni bersifat defensif dan tidak dirancang untuk menargetkan aktor atau negara tertentu secara spesifik. Pemerintah di Riyadh juga memberikan penegasan serupa dengan menyatakan bahwa Mecca Joint Deterrence Agreement bukanlah sebuah upaya untuk membentuk poros militer yang agresif ataupun blok sektarian di Timur Tengah.

Baca Juga

Sebanyak 1.614 Mahasiswa Baru Universitas Syiah Kuala Terima Beasiswa KIP Kuliah 2026

Sebanyak 1.614 Mahasiswa Baru Universitas Syiah Kuala Terima Beasiswa KIP Kuliah 2026

Di luar retorika pertahanan bersama, terdapat ketidakpastian dan tantangan struktural yang dihadapi oleh ketiga negara tersebut. Para analis keamanan, termasuk mantan diplomat Turki yang kini menjabat sebagai Direktur EDAM, Sinan Ülgen, serta Umer Karim yang merupakan peneliti di King Faisal Center for Research and Islamic Studies, mencermati ketergantungan militer yang ada. Secara struktural, ketiga negara penandatangan masih sangat bergantung pada Amerika Serikat untuk pasokan peralatan militer utama serta dukungan politik strategis. Ketergantungan ini dinilai dapat membatasi efektivitas operasional pakta pertahanan baru ini apabila terjadi konflik berskala besar yang bertentangan dengan kepentingan Washington di kawasan tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Timur TengahHubungan InternasionalPakta PertahananKeamanan Regional

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Bongkar Tempat Produksi Vape Diduga Mengandung Etomidate di KemangMengenal Manfaat Air Mineral bagi Kesehatan Tubuh dan Pentingnya HidrasiKebakaran Hutan Meluas, Kawasan Wisata Gunung Bromo Ditutup Total dari 4 Pintu MasukMenteri Pertanian Siapkan Strategi Tiga Tahap Atasi Kemiskinan di AlorSungai Vistula Menyusut Akibat Kekeringan di Polandia, Muncul Pulau PasirButuh Rp 150 Miliar untuk Benahi Gunungan Sampah TPST Bantar GebangKemenhut Gelar Pelatihan Diplomasi untuk Perkuat Posisi Kehutanan Indonesia di Kancah GlobalBaznas RI dan KHCF Yordania Perkuat Layanan Kesehatan dan Gizi bagi Warga Palestina

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

🔥

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan · 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum · 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News · 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi · 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi · 1 Agu 2026