apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Politik

Trump Geram Kebocoran Cadangan Amunisi AS Perlemah Posisi Hadapi Iran

Usat NgajiDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Trump Geram Kebocoran Cadangan Amunisi AS Perlemah Posisi Hadapi Iran
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahannya setelah beredarnya laporan mengenai menipisnya cadangan amunisi militer negara tersebut. Kebocoran informasi ini dinilai Trump sangat merugikan karena membuat posisi Amerika Serikat terlihat lemah di saat yang sangat krusial, terutama di tengah ancaman aksi militer berulang terhadap Iran. Dampak langsung dari kekhawatiran atas keterbatasan persediaan senjata ini bahkan menjadi pertimbangan utama yang memaksa Trump membatalkan rencana serangan baru ke wilayah Iran pada akhir pekan lalu.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Laporan yang bocor tersebut mengungkap detail sensitif mengenai kekuatan pertahanan Amerika Serikat. Disebutkan bahwa militer negara itu telah menguras hampir empat perlima dari total persediaan rudal THAAD mereka sejak konflik dimulai. Tidak hanya itu, sekitar separuh dari stok rudal pencegat Patriot juga dilaporkan telah terpakai untuk berbagai operasi pertahanan. Informasi ini langsung memicu kecemasan mendalam di kalangan para pemimpin negara-negara di kawasan Teluk yang selama ini mengandalkan payung udara Amerika Serikat. Mereka khawatir keterbatasan pasokan amunisi ini dapat mengganggu kemampuan pertahanan dalam menghalau potensi serangan balasan Iran yang menyasar fasilitas energi vital serta instalasi desalinasi air bersih di kawasan tersebut.

Baca Juga

Investasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Lewat Blockchain Melalui Tokenized ETF

Investasi S&P 500 dan Nasdaq Kini Bisa Lewat Blockchain Melalui Tokenized ETF

Kemarahan Trump atas bocornya data militer ini dilaporkan memuncak dalam rapat kabinet yang digelar di Camp David pekan lalu. Merespons situasi tersebut, Trump langsung menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk melacak pelaku pembocoran data di internal pemerintahan yang ia sebut sebagai "pengkhianat". Trump juga mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara jangka panjang bagi siapa saja yang terbukti membocorkan data pertahanan tersebut ke publik. Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kemarahan Trump sepenuhnya diarahkan kepada para pembocor informasi, bukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Di ruang publik, Trump mencoba meredam dampak kebocoran tersebut dengan membantah keras laporan yang beredar. Melalui unggahan di platform Truth Social, ia menyebut kabar menipisnya cadangan senjata sebagai berita bohong atau hoax. Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat masih memiliki persediaan amunisi dalam jumlah yang sangat besar dan perusahaan-perusahaan pertahanan saat ini sedang membangun pabrik-pabrik baru secara masif. Namun, saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump juga melemparkan kesalahan kepada pemerintahan sebelumnya. Ia menuding Joe Biden telah memberikan terlalu banyak amunisi kepada Ukraina, yang akhirnya membebani persediaan militer dalam negeri.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama Pembangunan Pos Militer di Gaza

Dewan Perdamaian Trump Rilis Kontrak Pertama Pembangunan Pos Militer di Gaza

Pihak Gedung Putih sendiri berspekulasi bahwa data sensitif ini sengaja dibocorkan oleh pejabat internal yang memiliki pandangan anti-perang. Langkah pembocoran tersebut diduga bertujuan untuk menekan Trump agar segera menarik keterlibatan militer Amerika Serikat dari konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain, para pejabat senior mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya telah menyadari potensi masalah amunisi ini selama bertahun-tahun. Sebagai langkah antisipasi, Trump kini telah mengaktifkan Undang-Undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act) dan mendesak para CEO perusahaan pertahanan raksasa, termasuk Lockheed Martin, untuk memacu kapasitas produksi mereka secara masif. Kendati demikian, upaya peningkatan produksi ini diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun dan tidak dapat menjadi solusi instan bagi krisis pertahanan yang dihadapi saat ini.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranAmerika SerikatPertahanan Militer

Berita Terbaru Lainnya

Perampokan Bersenjata di Cibitung Bekasi, Uang Puluhan Juta Rupiah Milik Nasabah Bank RaibPolisi Selidiki Temuan Ratusan Senjata dan Narkoba di Yayasan Sekolah Jakarta SelatanASN Bandung Barat Dipanggil Usai Live TikTok Singgung Fee Proyek Saat Jam KerjaSengketa Tiga Pembina Yayasan di Balik Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Pondok PinangMantan Ketua Yayasan IWD Bantah Kepemilikan Narkoba dan CD Porno di Sekolah Pondok PinangMisteri Pengunduran Diri Pelaku Mutilasi Depok Saat Hari Kejadian PembunuhanDetik-Detik Dua Remaja Diduga Kurir Sinte Dibekuk Tim Jaguar di Cilodong DepokPolisi Tangkap Pria di Cimahi Pembuat Video AI Rekayasa Presiden Prabowo

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap