Kabar duka menyelimuti kawasan pusat pemerintahan yang masih terus dibangun di Penajam Paser Utara. Troy Harold Yohanes Pantouw, sosok yang selama ini menjadi jembatan informasi antara Otorita Ibu Kota Nusantara dan publik, ditemukan meninggal dunia di kamar huniannya di rusun aparatur sipil negara pada Sabtu siang, 25 Juli 2026. Kepergiannya begitu sunyi. Di dalam bilik tempat ia beristirahat setelah hari-hari penuh tugas menjelaskan mimpi besar IKN, sang juru bicara itu menutup mata untuk selamanya.
Pria kelahiran 8 Mei 1968 itu dikenal sebagai suara yang kerap menyampaikan kemajuan dan tantangan proyek pemindahan ibu kota. Ironisnya, tempat ia mengakhiri napas justru berada di dalam kompleks hunian sementara para perintis IKN—rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara. Sebagai Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy menjadi salah satu figur yang ikut menanam cerita tentang kota hutan berkelanjutan. Ia berbicara di banyak forum, meluruskan isu, dan menenangkan kebisingan. Kini suaranya lenyap di ruang yang menjadi saksi bisu perjalanan para pembangun ibu kota baru.
Kronologi yang dirilis Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyebutkan proses evakuasi berlangsung cepat. Troy dibawa ke Rumah Sakit Hermina IKN sekitar pukul 12.45 Wita. Tim dokter segera melakukan pemeriksaan, dan pada pukul 14.25 Wita dinyatakan bahwa ia meninggal karena sebab alamiah. Pemeriksaan fisik awal tidak menemukan indikasi mencurigakan. Pihak keluarga kemudian mengonfirmasi bahwa Troy memiliki riwayat hipertensi. Setiap hari, ia rutin mengonsumsi obat untuk menjaga tekanan darahnya tetap stabil.
RUU LGBTQ Perlu Pendekatan Edukasi, Bukan Hanya Hukuman

Setelah rampungnya proses administrasi dan momen penghormatan singkat di rumah sakit, jenazah Troy Pantouw langsung diterbangkan menuju Jakarta. Otorita IKN memperkirakan jenazah akan tiba di rumah duka keesokan paginya, Minggu 26 Juli 2026. Perjalanan udara itu seakan menjadi perjalanan terakhir seorang perantau yang tengah bertugas di tanah seberang. Dari sebuah kamar di rusun pencakar langit rendah di titik nol Nusantara, peti matinya bergerak melintasi pulau, kembali ke bundaran kota yang dulu menjadi pusat segala narasi yang ia sampaikan.
Ungkapan duka resmi muncul melalui akun Instagram @ikn-id. Unggahan itu menampilkan wajah Troy dengan latar gelap dan keterangan singkat tentang hari lahir dan hari perginya: 8 Mei 1968 – 25 Juli 2026. “Turut berduka cita atas berpulangnya Troy Harold Yohanes Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik,” tulis akun tersebut, mewakili ribuan doa dari para kolega yang pernah bekerja bersamanya. Di tengah gegap gempita pembangunan istana dan gedung parlemen baru, kehilangan seorang manusia yang mengabdi di garis depan komunikasi publik menjadi pengingat bahwa IKN juga dibangun oleh jiwa-jiwa yang bisa lelah.
Peringatan 30 Tahun Kudatuli, Megawati Gariskan Lima Komando Moral

Wafatnya Troy menyisakan ruang kosong dalam narasi besar ibu kota baru. Ia bukan sekadar corong kebijakan, melainkan perangkai kata di antara gemuruh alat berat dan serbuan pemberitaan. Kamar rusun sederhana tempat ia meregang nyawa mungkin terlihat antiklimaks bagi seorang pejabat publik, tetapi justru di situlah letak kejujuran kisah: para pemula di Nusantara hidup dengan segala keterbatasan, termasuk risiko diam yang dibawa oleh penyakit yang diidap bertahun-tahun. Dalam kesunyian itu, seorang juru bicara telah selesai menyampaikan seluruh pesannya.






