Tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia tercatat masih menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Berdasarkan data pada Mei 2026, tingkat pengangguran lulusan SMK mencapai angka 7,68 persen. Angka ini melampaui tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di angka 6,17 persen, serta lulusan perguruan tinggi yang mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 6,09 persen. Fenomena menarik justru terlihat pada lulusan dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yang mencatatkan tingkat pengangguran paling rendah, yaitu hanya sebesar 2,31 persen.
Kondisi tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK ini terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia








