apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Ekonomi

Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, Ekonom Soroti Masalah Kompetensi dan Sektor Informal

Nyaring AranDiterbitkan 7 Agu 2026 - 21.35 路 6 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, Ekonom Soroti Masalah Kompetensi dan Sektor Informal
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia tercatat masih menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Berdasarkan data pada Mei 2026, tingkat pengangguran lulusan SMK mencapai angka 7,68 persen. Angka ini melampaui tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di angka 6,17 persen, serta lulusan perguruan tinggi yang mencatatkan tingkat pengangguran sebesar 6,09 persen. Fenomena menarik justru terlihat pada lulusan dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yang mencatatkan tingkat pengangguran paling rendah, yaitu hanya sebesar 2,31 persen.

Kondisi tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK ini terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebenarnya tumbuh positif sebesar 5,29 persen. Meskipun ekonomi mengalami pertumbuhan yang cukup baik, penyerapan tenaga kerja di sektor formal, khususnya industri, terpantau masih sangat minim. Sebagai gambaran, sepanjang periode Februari hingga Mei 2026, sektor industri di Indonesia hanya mampu menambah sekitar 9.000 pekerja saja. Angka penyerapan yang sangat kecil ini memperlihatkan adanya ketimpangan antara laju pertumbuhan ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja formal.

Kelesuan dalam penyerapan tenaga kerja baru ini juga tercermin secara jelas dari indikator bisnis di sektor manufaktur. Komponen tenaga kerja dalam indeks bisnis manufaktur di Indonesia berada pada level 49,92. Angka indeks yang berada di bawah ambang batas 50 ini mengindikasikan terjadinya kontraksi dalam aktivitas perekrutan tenaga kerja oleh pelaku industri. Hal ini menunjukkan bahwa dunia usaha atau industri manufaktur cenderung menahan diri atau membatasi perekrutan pekerja baru selama periode tersebut.

Baca Juga

Kelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang Aset

Kelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang Aset

Menanggapi ketimpangan ini, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memberikan analisisnya. Menurut Yusuf Rendy Manilet, masalah utama dari tingginya angka pengangguran lulusan SMK ini bukan semata-mata karena keterbatasan jumlah lapangan pekerjaan secara umum di Indonesia. Persoalan mendasar yang lebih krusial adalah belum selarasnya kompetensi yang dihasilkan oleh sistem pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil yang dicari oleh dunia industri. Akibat dari ketidakselarasan kompetensi ini, para lulusan SMK yang dipersiapkan untuk langsung bekerja justru kesulitan untuk diserap oleh pasar kerja industri formal.

Di sisi lain, struktur perekonomian Indonesia saat ini masih didominasi oleh sektor informal dan jenis pekerjaan dengan produktivitas rendah yang tidak membutuhkan keterampilan spesifik. Sektor informal ini tercatat menampung sekitar 59,3 persen dari total tenaga kerja di Indonesia. Karena karakteristik pekerjaan di sektor informal ini tidak mensyaratkan keahlian khusus, lulusan dengan pendidikan rendah seperti SD ke bawah justru lebih mudah terserap ke dalam pasar kerja ini, yang menjelaskan mengapa tingkat pengangguran mereka menjadi yang paling rendah yakni 2,31 persen.

Baca Juga

Indofarma Terima Pinjaman Rp 220 Miliar dari Bio Farma di Tengah Tunggakan Hak Karyawan

Indofarma Terima Pinjaman Rp 220 Miliar dari Bio Farma di Tengah Tunggakan Hak Karyawan

Tantangan ketenagakerjaan di Indonesia juga terlihat dari kualitas jam kerja para pekerjanya. Saat ini, tercatat sekitar sepertiga dari pekerja di Indonesia masih bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Kondisi ini turut menjadi sorotan bagi pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi. Dengan dominasi sektor informal serta rendahnya penyerapan tenaga kerja di sektor industri formal, penyelarasan antara arah pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan pekerja melalui ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Indonesia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pendidikan vokasiEkonomi IndonesiaKetenagakerjaanPengangguran SMK

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap