apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Kehutanan

Tiga Pilar Utama Penjaga Kelestarian Hutan Leuweung Gede di Kampung Adat Kuta Ciamis

Nyaring AranDiterbitkan 3 Agu 2026 - 07.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tiga Pilar Utama Penjaga Kelestarian Hutan Leuweung Gede di Kampung Adat Kuta Ciamis
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kelestarian Hutan Leuweung Gede yang terletak di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tetap terjaga dengan baik hingga saat ini. Keberhasilan dalam mempertahankan keasrian hutan seluas 31 hektare ini tidak lepas dari keberadaan tiga pilar utama yang saling mendukung. Ketiga pilar tersebut adalah aturan adat atau pamali, sosok kuncen (juru kunci), serta peran aktif dari masyarakat adat setempat. Jika digabungkan dengan wilayah pemukiman warga, total luas kawasan Kampung Adat Kuta ini mencapai 94 hektare.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Salah satu pilar penting dalam perlindungan hutan ini adalah sosok juru kunci atau kuncen. Saat ini, posisi tersebut dijabat oleh Maman Sarno, yang telah menjalankan tugasnya sebagai juru kunci Hutan Leuweung Gede selama tujuh tahun terakhir. Untuk menjadi seorang kuncen, terdapat syarat adat yang sangat ketat, yakni harus merupakan warga asli Kampung Adat Kuta dan merupakan keturunan langsung dari para leluhur kampung tersebut. Proses pemilihannya pun dilakukan secara demokratis oleh seluruh warga kampung berdasarkan suara terbanyak, di mana anak-anak yang masih menempuh pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) juga diberikan hak untuk memilih.

Sebagai penjaga, Maman Sarno memiliki aturan ketat terkait kunjungan ke dalam hutan. Siapa pun tidak diperkenankan memasuki kawasan Hutan Leuweung Gede tanpa didampingi oleh sang kuncen. Kunjungan pun dibatasi hanya pada hari Senin dan Jumat saja. Ketika memandu para pengunjung, juru kunci selalu berjalan di posisi paling depan untuk menunjukkan arah jalan. Namun, aktivitas kunjungan ini ditiadakan sepenuhnya selama bulan suci Ramadan, karena juru kunci tidak pergi ke hutan sepanjang bulan puasa tersebut.

Baca Juga

Modus Baru Penyelundupan Narkoba Terbongkar, Vape Etomidate Masuk dari Malaysia

Modus Baru Penyelundupan Narkoba Terbongkar, Vape Etomidate Masuk dari Malaysia

Selain pengawasan langsung dari kuncen, kelestarian hutan ini juga dijaga oleh berbagai larangan adat atau pamali yang harus dipatuhi oleh setiap orang yang masuk. Ketika berjalan menyusuri Hutan Leuweung Gede, pengunjung dilarang keras menggunakan alas kaki jenis apa pun. Pakaian yang dikenakan juga diatur; pengunjung tidak diperbolehkan memakai pakaian yang serba hitam, harus menanggalkan seragam kedinasan, serta tidak diizinkan memakai perhiasan emas. Larangan lain yang berlaku di dalam hutan meliputi larangan meludah, buang air kecil, dan buang air besar. Bagi pengunjung perempuan yang sedang dalam masa menstruasi atau datang bulan, mereka sama sekali tidak diperbolehkan untuk memasuki kawasan hutan. Selain itu, ada aturan ketat yang melarang membawa keluar benda apa pun dari dalam hutan, bahkan sebatang ranting pohon yang sudah jatuh pun tidak boleh dibawa pulang.

Upaya perlindungan berbasis adat ini mendapat dukungan dan pengakuan resmi dari pemerintah. Pada tahun 2018, pemerintah memberikan pengakuan terhadap status hutan adat Kampung Kuta. Langkah fasilitasi ini turut melibatkan pihak Balai Perhutanan Sosial Bogor, di bawah koordinasi Ruhiyat selaku Kepala Seksi Wilayah I Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan Ngudiarto sebagai Kepala Desa Kampung Adat Kuta, masyarakat setempat terus berkomitmen menjaga keseimbangan alam sembari menjalankan roda perekonomian mereka.

Baca Juga

Kampung Kuta Mengajarkan Satu Hal yang Dilupakan Manusia

Kampung Kuta Mengajarkan Satu Hal yang Dilupakan Manusia

Untuk menopang kehidupan sehari-hari tanpa merusak hutan yang disucikan, warga Kampung Adat Kuta mengembangkan berbagai sektor usaha yang ramah lingkungan. Beberapa unit usaha yang dijalankan oleh masyarakat adat di antaranya adalah produksi gula aren, kopi, dan madu klanceng. Selain itu, mereka juga mengelola sektor peternakan, pembuatan pupuk organik, pengolahan pangan, hingga penyediaan jasa lingkungan dan wisata berbasis kebudayaan setempat. Melalui sinergi antara kepatuhan terhadap adat dan pengelolaan ekonomi yang berkelanjutan, Hutan Leuweung Gede tetap berdiri kokoh sebagai warisan leluhur yang lestari.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratHutan Leuweung GedeKampung Adat KutaCiamisHutan AdatKearifan Lokal

Berita Terbaru Lainnya

Identitas Visual HUT RI 2026 Resmi Ditetapkan, Simak Makna Logo dan Pedoman PenggunaannyaDetik-Detik Ustaz Ahmad Firdaus Berpulang Saat Ceramah Kematian dan Selawat di Jakarta TimurPolisi Segera Tutup Penyelidikan Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn WijayaSejumlah Wilayah Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan Alami Mati Listrik Senin PagiRayakan Tiga Dekade Berkarya, UNGU Rilis Lagu Baru Utara-SelatanAS dan Jepang Lakukan Intervensi Bersama Perkuat Yen, Donald Trump Sebut Sinyal PersahabatanAS-Jepang Bersatu Selamatkan Yen dari Jurang Maut, Intervensi DimulaiDaftar Terbaru Orang Terkaya di Dunia, Ada Kejutan?

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap