Limbah plastik kerap dipandang sebelah mata sebagai residu akhir yang mengotori lingkungan tanpa menyisakan nilai guna. Namun, sebuah inovasi teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil membalikkan stigma tersebut dengan mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar cair berkualitas tinggi yang dinamakan Petasol. Langkah maju ini resmi diperkenalkan di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu mengurai benang kusut pengelolaan sampah sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi sirkular yang memberikan keuntungan finansial bagi masyarakat setempat.
Inti dari inovasi ini terletak pada teknologi pirolisis bernama Fastpol. Sistem ini dirancang khusus untuk mengekstraksi kembali kandungan minyak bumi dari berbagai sampah plastik residu yang selama ini diabaikan oleh industri daur ulang konvensional, seperti kemasan berlapis (multilayer) dan plastik campuran. Melalui metode dekomposisi termokimia pada suhu berkisar antara 250 hingga 350 derajat Celcius dengan kondisi minim atau tanpa oksigen, rantai polimer plastik dikembalikan ke bentuk asalnya. Proses konversi ini terbilang sangat efisien karena setiap satu kilogram sampah plastik mampu menghasilkan sekitar 0,8 hingga 0,9 liter Petasol.








