Kematian tragis seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi potret kelam tentang bagaimana aksi main hakim sendiri masih kerap merampas nilai-nilai kemanusiaan kita. KD meregang nyawa setelah dikeroyok massa karena dituduh mencuri seekor ayam aduan milik warga setempat. Peristiwa memilukan ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga memicu keprihatinan besar mengenai hilangnya supremasi hukum di tengah masyarakat yang emosional.
Kesedihan yang luar biasa menyelimuti prosesi pemakaman KD di Desa Sidetapa, daerah asal korban. Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen memilukan saat anak perempuan almarhum menangis histeris meratapi jasad ayahnya yang terbujur kaku. Kepergian KD yang mendadak ini meninggalkan lubang besar bagi ketiga anaknya yang kini harus kehilangan sosok pelindung. Anak pertamanya memang sudah berkeluarga, namun anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA, dan si bungsu bahkan baru menginjak kelas 1 SD.








