apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Parlin SinagaPublished 27 Jul 2026 - 04.00 路 2 Reads
Bagikan WhatsAppX
Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Di tengah ramainya diskusi tentang serangan sistem imun yang keliru menyerang tubuh sendiri, satu dimensi kerap jatuh dalam sunyi: kesehatan mental penyandangnya, khususnya pada anak-anak. Banyak keluarga dan tenaga medis masih berfokus pada deret gejala fisik seperti nyeri sendi, ruam kulit, atau kelelahan ekstrem, sementara guncangan batin yang menghantui pasien muda justru tidak tersentuh. Padahal, rasa takut, kesepian, dan stigma yang tumbuh sejak diagnosis bisa menjadi beban yang diam-diam memperburuk perjalanan terapi. Gangguan psikologis semacam ini sering kali dianggap sebagai reaksi wajar, sehingga kesempatan untuk intervensi dini pun hilang.

Profesor Nyoman Kertia, pakar reumatologi dan internis yang juga menekuni riset herbal di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), mengamati dua pola ekstrem yang sama-sama merugikan. Ada pasien yang begitu menikmati hilangnya gejala setelah mengonsumsi obat lantas meyakini bahwa penyakitnya telah sembuh total, lalu memutus pengobatan tanpa berkonsultasi. Keyakinan prematur ini kerap memicu kekambuhan yang lebih berat. Di sisi berlawanan, muncul sekelompok pasien yang justru terperosok ke dalam depresi begitu mendengar vonis autoimun, merasa hidup akan segera berakhir, dan kehilangan semangat untuk menjalani terapi sekaligus hari-harinya. Kedua respons itu sama-sama menjadi batu sandungan serius dalam tata laksana autoimun.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Also Read

Membangun Keamanan Finansial Generasi Muda Lewat Perbankan Digital

Membangun Keamanan Finansial Generasi Muda Lewat Perbankan Digital

Tantangan tidak berhenti di sana. Obat-obatan imunosupresan yang lazim diresepkan bekerja dengan cara menekan aktivitas sistem pertahanan tubuh agar tidak lagi menyerang organ sendiri. Pendekatan ini memang mampu meredakan peradangan, tetapi membuka celah lain: tubuh menjadi lebih rentan terhadap bakteri, virus, dan aneka kuman. Profesor Nyoman menekankan bahwa kondisi ideal sesungguhnya bukan sekadar memadamkan agresivitas imun, melainkan melatih kembali sistem tersebut untuk membedakan mana jaringan diri yang harus dilindungi dan mana benda asing yang harus dilawan. Di titik inilah celah besar dalam terapi konvensional terlihat, sekaligus menjadi alasan mengapa banyak pasien terus bergulat dengan efek samping jangka panjang.

Keresahan tersebut mendorong pengembangan riset obat herbal yang digagas oleh Profesor Nyoman. Menurutnya, selama ini ketergantungan pada sediaan kimiawi menimbulkan pelbagai persoalan baru bagi tubuh, sehingga diperlukan terapi yang mampu menyentuh akar masalah: mengembalikan fungsi sistem imun ke jalur yang normal, alih-alih terus-menerus mengekangnya. Harapannya, di masa depan akan hadir pendekatan yang lebih bersahabat, tidak sekadar menekan, tetapi memulihkan mekanisme pengenalan diri yang sempat kacau. Riset ini menjadi semacam jembatan antara kearifan tanaman obat nusantara dan kebutuhan medis modern yang semakin mendesak.

Also Read

Kematian Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Memantik Desakan Penghentian Aksi Main Hakim Sendiri

Kematian Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Memantik Desakan Penghentian Aksi Main Hakim Sendiri

Di luar urusan molekuler dan herbal, pesan paling membumi dari sang peneliti justru menyangkut cara menjalani hidup. Ia mengingatkan bahwa menikmati setiap pekerjaan yang dilakukan akan menyelamatkan energi jiwa; memaksakan diri bergulat dengan rutinitas yang tidak disukai berarti membayar dua kali lipat鈥攎elawan ketidaknyamanan batin dan menuntaskan kewajiban itu sendiri. Bagi mereka yang memiliki bakat genetik autoimun, kuncinya terletak pada pengelolaan faktor pemicu. Stres berlebih, kelelahan yang dipaksakan, serta paparan sinar matahari yang berkepanjangan sebaiknya dihindari. Ditetapkan pula prinsip hidup bersih, menjauh dari asap rokok dan alkohol, sebagai benteng sederhana yang dapat menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran secara bersamaan.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

kesehatan mentalautoimundepresiobat herbalimunosupresanUGM

Berita Terbaru Lainnya

OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Tekan Kasus Salah Jual UnitlinkLPS Bantah Isu Masyarakat Indonesia Terpaksa Kuras Tabungan untuk Bertahan HidupMengamankan Portofolio Keuangan Lewat Investasi ORI030 Melalui BRImoManajer Investasi Mulai Rambah Bisnis Dana Pensiun Lembaga KeuanganHattrick Mitchell Baker Hiasi Pesta Gol Timnas Indonesia di PakansariMisi Garuda Menggeser Rival dan Ujian Hidup Mati Timor Leste di Piala AFF 2026Pemerintah dan Masyarakat Sipil Bersatu Melawan Sindikat Perdagangan OrangNana Bulungan Tersenggol dari D'Academy 8 Jelang Jeda Piala Presiden

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap