Indonesia baru saja mencatatkan langkah masif dalam upaya penyelamatan kawasan pesisir melalui penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove. Aksi yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) ini digelar di 162 titik yang tersebar di 37 provinsi. Melibatkan lebih dari 25.000 peserta mulai dari kalangan pelajar, komunitas, hingga serikat pekerja, gerakan ini berhasil menghijaukan kembali area seluas 364,11 hektare bertepatan dengan momentum Hari Mangrove Sedunia 2026.
Langkah kolosal ini bukan sekadar seremonial belaka. Indonesia memegang peran krusial dalam menjaga iklim global dengan kepemilikan ekosistem mangrove seluas lebih dari 3,45 juta hektare berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2025. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 20 hingga 25 persen dari total luas mangrove di seluruh dunia. Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa hutan bakau ini merupakan benteng alami yang tidak tergantikan oleh infrastruktur buatan manusia. Menurutnya, menjaga kelestarian mangrove berarti mengamankan ruang hidup bagi masyarakat pesisir sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.








