apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Kesehatan

Studi Jangka Panjang, Lingkungan Permukiman yang Rindang Efektif Turunkan Risiko Depresi pada Lansia

Togar PanjaitanDiterbitkan 29 Jul 2026 - 13.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Studi Jangka Panjang, Lingkungan Permukiman yang Rindang Efektif Turunkan Risiko Depresi pada Lansia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Keberadaan area hijau yang rindang di sekitar tempat tinggal ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental kelompok lanjut usia (lansia). Sebuah studi jangka panjang yang dilakukan di Australia menemukan bahwa keberadaan kanopi pohon di sekitar permukiman efektif membantu melindungi lansia dari risiko depresi. Temuan ini memberikan perspektif baru bagi para perencana kota mengenai pentingnya integrasi elemen alam, khususnya pepohonan rindang, dalam kawasan hunian ramah lansia.

Penelitian ini dipimpin oleh Center for Healthy Brain Ageing (CHeBA) di Universitas New South Wales (UNSW), Australia, yang bekerja sama dengan Australian Catholic University. Hasil kajian ilmiah tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders. Berdasarkan rilis resmi yang dikeluarkan oleh CHeBA pada Senin (27/7), riset ini memantau lebih dari 1.000 warga lansia di Australia yang berusia antara 70 hingga 90 tahun. Pemantauan ini dilakukan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu selama 12 tahun, guna melihat dampak jangka panjang lingkungan terhadap kondisi psikologis responden.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dari hasil pemantauan tersebut, para peneliti menemukan bahwa lansia yang menetap di wilayah dengan tutupan kanopi pohon yang lebih luas mengalami gejala depresi yang jauh lebih sedikit seiring dengan bertambahnya usia mereka. Temuan ini menjadi sangat relevan mengingat depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang cukup besar pada populasi menua. Secara global, depresi diperkirakan memengaruhi hampir satu dari lima orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun.

Baca Juga

Panduan Memilih Dot yang Tepat untuk Bayi Prematur dan BBLR di Ruang NICU

Panduan Memilih Dot yang Tepat untuk Bayi Prematur dan BBLR di Ruang NICU

Meskipun demikian, studi ini juga memaparkan adanya batasan atau ketidakpastian terkait faktor lingkungan lainnya. Para peneliti menemukan amat sedikit bukti bahwa faktor lingkungan lain鈥攕eperti keberadaan taman kota, akses ke wilayah perairan, kemudahan jangkauan layanan publik, ataupun tingkat polusi udara yang rendah鈥攎emiliki dampak yang konsisten dalam menurunkan gejala depresi pada lansia. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan fisik dari kanopi pohon itu sendiri memiliki peran yang lebih spesifik dan kuat dibandingkan dengan fasilitas umum atau elemen lingkungan lainnya.

Selain penelitian di Australia, berbagai riset global lainnya juga terus mendalami faktor-faktor pemicu dan penanganan depresi. Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal European Neuropsychopharmacology pada tahun 2025 menganalisis data yang sangat besar, yakni mencakup 126.573 pasien depresi di Hong Kong selama periode 2002 hingga 2021. Di sisi lain, penelitian terbaru juga mulai mengungkap hubungan erat antara pola hidup sehari-hari dengan kesehatan jiwa, seperti hubungan antara waktu makan yang tidak teratur dengan risiko depresi, khususnya pada kelompok pria dan perokok.

Baca Juga

Sirkuit Sepang Resmi Kembali Jadi Tuan Rumah F1 2026, Gantikan GP Bahrain akibat Ketegangan Timur Tengah

Sirkuit Sepang Resmi Kembali Jadi Tuan Rumah F1 2026, Gantikan GP Bahrain akibat Ketegangan Timur Tengah

Di Indonesia, perhatian terhadap isu kesehatan mental dan penciptaan lingkungan yang sehat juga terus meningkat. Dalam hal penanganan depresi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa obat antidepresan jenis SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) tidak bersifat adiktif dan terbukti efektif untuk mengobati depresi. Selain itu, inovasi teknologi juga mulai diterapkan, seperti langkah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama PostMood. Aplikasi ini dirancang untuk deteksi dini depresi pascasalin, mengingat satu dari lima ibu yang baru melahirkan berisiko mengalami kondisi tersebut.

Upaya pembangunan wilayah yang menunjang kesehatan masyarakat secara menyeluruh juga tercermin dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Indonesia. Tim Verifikator Pusat Penilaian KKS Tingkat Nasional mencatat bahwa Kota Denpasar memiliki sejumlah keunggulan tersendiri sebagai Kota Sehat. Sementara itu, Kota Padang juga menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan kategori tertinggi, yaitu Swasti Saba Wistara, dalam penilaian Kota Sehat tahun 2023. Capaian-capaian ini menunjukkan komitmen daerah di Indonesia untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat dan mendukung kesejahteraan warganya secara fisik maupun mental.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan mentaldepresilansialingkungan hijaupenelitian

Berita Terbaru Lainnya

Kemendikdasmen Ubah Ketentuan TKA 2026, Durasi Ujian Diperpanjang dan Jadwal DisesuaikanSurvei SMRC, Mayoritas Responden Ragu dengan Masa Depan Program KopdesKinerja Grup MIND ID Diproyeksikan Melonjak di Semester II/2026, Didorong Hilirisasi dan Harga KomoditasKomitmen Bangun Talenta Berkelanjutan, Telkom Raih Penghargaan Lestari Award 2026Tenor KPR Subsidi Bisa Sampai 40 Tahun, BTN Pastikan Kesiapan Perbankan dan Soroti Aspek Legalitas LahanReformasi Tata Kelola BGN Berhasil Kembalikan Ratusan Miliar Rupiah ke Kas NegaraKredit Bank Capital Tumbuh 41,4 Persen, Segmen Pensiun Melonjak hingga 322 PersenKOSPI Anjlok Lebih dari 10 Persen, Bursa Korea Selatan Hentikan Sementara Perdagangan

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap