Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika kembali menjadi saksi bisu lahirnya calon bintang balap motor Indonesia. Pada putaran ketiga Pertamina Mandalika Racing Series (Pertamina MRS) yang berlangsung selama tiga hari, 24-26 Juli 2026, atmosfer kompetisi terasa sangat berbeda. Penyelenggara menerapkan sistem kualifikasi Q1 dan Q2, sebuah regulasi yang biasa diadopsi dalam kejuaraan dunia sekelas Moto3, Moto2, hingga MotoGP. Langkah progresif ini sengaja diambil demi mendekatkan para pembalap muda tanah air dengan atmosfer kompetisi tingkat global sejak dini.
Penerapan format kualifikasi ala MotoGP tersebut bukan tanpa alasan. Ketua Pelaksana Pertamina MRS, Arif Syahbani, menjelaskan bahwa aturan baru ini dirancang untuk membekali para pembalap lokal dengan regulasi internasional. Dengan membiasakan diri pada sistem kualifikasi yang ketat, talenta muda Indonesia diharapkan tidak lagi canggung saat kelak naik kelas ke kancah dunia. Sebanyak 107 starter dari berbagai penjuru daerah tercatat ambil bagian dalam ajang ini, bersaing ketat di enam kelas berbeda, termasuk National Sport 150cc, National Sport 250cc, Supersport 600cc, Underbone 150cc, serta dua kelas pembinaan khusus usia muda seperti Indonesia Junior Talent Cup U-15 dan Junior Sport 250cc U-18.








