Pameran otomotif GIIAS 2026 menjadi panggung bagi Wuling untuk memamerkan jajaran kendaraan listriknya, termasuk Wuling Aira ev. Mobil listrik berukuran ringkas ini hadir dalam dua varian utama, yaitu Standard Range dan Long Range. Calon konsumen yang melirik kendaraan ini akan langsung dihadapkan pada selisih harga sebesar Rp 20 juta. Wuling Aira ev Standard Range dipasarkan dengan harga Rp 155 juta, sedangkan varian Long Range dibanderol Rp 175 juta. Perbedaan nominal ini tentu memicu pertanyaan mengenai apa saja kompensasi fitur dan spesifikasi yang didapatkan konsumen dari kedua varian tersebut.
Pemicu utama dari selisih harga Rp 20 juta ini terletak pada sektor penyimpanan daya dan daya jelajah kendaraan. Wuling membekali Aira ev Standard Range dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 16,2 kWh. Dengan kapasitas tersebut, varian ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 205 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh. Sementara itu, varian Long Range mengusung baterai LFP yang lebih besar, yakni 25,1 kWh. Berkat kapasitas baterai yang lebih lapang, jarak tempuh maksimalnya meningkat signifikan hingga mencapai kisaran 301 kilometer. Perbedaan kapasitas baterai inilah yang menjadi fondasi dasar mengapa kedua varian memiliki selisih harga yang cukup berjarak.
Selain sektor performa baterai, perbedaan mencolok juga dapat ditemukan saat memasuki area kabin, khususnya pada bagian dasbor tengah. Wuling Aira ev Long Range dilengkapi dengan head unit layar sentuh berukuran 10,1 inci yang dipasang di pusat dasbor sebagai pusat kendali berbagai fungsi kendaraan. Pada varian ini, sebagian besar operasional pendingin udara (AC) diatur secara digital langsung melalui layar sentuh tersebut. Pengemudi Long Range juga dimudahkan dengan adanya tombol pengatur AC tambahan yang terintegrasi pada setir kemudi. Sebaliknya, pada varian Standard Range, area head unit berukuran 10,1 inci tersebut ditiadakan dan diganti oleh panel kontrol sederhana yang berisi tombol-tombol fisik untuk mengatur suhu AC serta kecepatan kipas secara manual. Setir pada varian Standard Range pun polos tanpa kehadiran tombol pengatur AC.
Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Aspek operasional harian juga menyajikan perbedaan cara berkendara yang cukup kontras antara kedua tipe ini. Wuling Aira ev Long Range menawarkan kepraktisan lebih modern melalui sistem keyless. Pengemudi tidak perlu memutar anak kunci untuk menghidupkan mobil, melainkan cukup menginjak pedal rem untuk mengaktifkan sistem kendaraan. Selain itu, sistem pengereman parkir pada Long Range sudah menggunakan Electronic Parking Brake (EPB) yang bekerja secara elektronik dan terintegrasi penuh dengan sistem kendaraan. Di sisi lain, varian Standard Range masih mempertahankan pendekatan konvensional. Pengemudi tipe Standard Range harus memutar anak kunci fisik untuk menyalakan mesin. Untuk rem parkir, varian ini masih mengandalkan tuas rem parkir manual mekanis yang terletak di konsol tengah di antara kedua kursi depan.
Meskipun memiliki sejumlah perbedaan fitur yang cukup mendasar, dampak dari diferensiasi ini tidak sampai memengaruhi aspek keselamatan mendasar maupun tata letak ruang kabin secara keseluruhan. Kedua varian Wuling Aira ev ini masih berbagi basis desain interior yang sama persis. Konsumen yang memilih varian Standard Range maupun Long Range akan mendapatkan material jok berbahan fabric yang serupa, ruang penyimpanan barang di dalam kabin yang identik, serta tata letak tombol-tombol sekunder lainnya yang tidak berubah. Dari sisi keselamatan pasif, Wuling juga tidak membedakan perlindungan kantong udara, di mana kedua varian sama-sama dibekali dengan dua buah airbag di bagian depan untuk melindungi pengemudi dan penumpang depan saat terjadi benturan.
Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Langkah selanjutnya bagi calon pembeli adalah menyesuaikan pilihan dengan pola mobilitas harian dan anggaran yang tersedia. Bagi konsumen yang hanya membutuhkan kendaraan untuk rute jarak dekat di dalam kota, seperti mengantar anak sekolah atau berbelanja dengan jarak tempuh harian di bawah 50 kilometer, varian Standard Range seharga Rp 155 juta sudah sangat mencukupi kebutuhan dasar transportasi listrik. Penggunaan kunci konvensional dan rem tangan manual juga terasa akrab bagi yang terbiasa dengan mobil konvensional. Namun, bagi konsumen yang memiliki mobilitas lebih tinggi atau sering menempuh rute komuter antarkota dengan jarak di atas 100 kilometer per hari, menambah anggaran Rp 20 juta untuk meminang varian Long Range seharga Rp 175 juta menjadi keputusan yang logis. Selain mendapatkan daya jelajah ekstra hingga 301 kilometer, kenyamanan berkendara juga akan terdongkrak berkat kehadiran head unit layar sentuh, kepraktisan sistem keyless, serta fitur rem parkir elektrik yang memudahkan pengendaraan di jalur perkotaan yang padat.






