Satu Warga Tewas di Valencia, Prancis Evakuasi Massal Akibat Kebakaran Hutan

Nyaring AranPublished 26 Jul 2026 - 17.35 · 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Satu Warga Tewas di Valencia, Prancis Evakuasi Massal Akibat Kebakaran Hutan
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Bencana kebakaran hutan yang menerpa Eropa selatan telah menelan korban jiwa di Spanyol dan memaksa gelombang pengungsian besar-besaran di Prancis. Di tengah kepungan titik api yang berkobar serentak, seorang warga di Kota Manises, Valencia, kehilangan nyawa saat jilatan api menyapu kawasan itu dengan kecepatan yang tak terduga. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa ganjilnya alam ketika angin kering merambatkan lidah api melewati lahan yang telah lama meregang oleh kemarau.

Musibah di Manises terjadi pada Sabtu siang waktu setempat, ketika hembusan angin berkecepatan 20 hingga 35 kilometer per jam mendorong api melintasi wilayah pesisir timur Spanyol. Api baru berhasil dijinakkan sekitar empat jam kemudian, namun amukannya telah merenggut satu nyawa dan meninggalkan kepedihan mendalam. Dewan Kota Manises langsung mengumumkan dua hari berkabung resmi sebagai penghormatan kepada korban, seraya menyampaikan terima kasih kepada petugas pemadam kebakaran, perlindungan sipil, kepolisian, dan Garda Sipil yang berjibaku menahan laju api. Di tingkat yang lebih luas, solidaritas Eropa mulai bergerak: Yunani menyetujui pengiriman dua pesawat pemadam untuk membantu meredam titik api di Spanyol.

Also Read

Senyapnya Momentum Ferrari di Hungaroring yang Dirindukan Hamilton

Di seberang perbatasan, krisis justru memusat di kawasan barat daya Prancis. Kepungan asap pekat membuat langit Bordeaux berubah warna menjadi kuning total, memaksa warga mengurung diri di dalam rumah. Magnus Danaher, pemuda 25 tahun yang bermukim di kota itu, menuturkan bagaimana keluarganya menutup rapat jendela seharian penuh. “Begitu jendela terbuka, hembusan asap langsung menyerbu masuk,” gambarnya. Sejumlah orang nekat keluar dengan masker, namun mayoritas memilih bertahan di dalam ruangan demi menghindari racun di udara. Momen mencekam ini memperlihatkan bagaimana kebakaran yang jauh dari jangkauan pandangan dapat menyiksa warga lewat pergerakan massa udara.

Situasi di lapangan terus memburuk sehingga otoritas Prancis mengeluarkan perintah evakuasi baru pada Sabtu malam di Departemen Gironde. Peringatan darurat dikirimkan langsung ke ponsel penduduk di sedikitnya lima kota, memerintahkan mereka bergerak menuju penampungan di Bordeaux. Data petugas mencatat sekitar 30 titik api berkobar secara bersamaan di barat daya Prancis, memaksa ratusan ribu orang meninggalkan rumah di Gironde dan wilayah tetangga Landes. Di sisi lain, evakuasi juga terjadi di komune-komune seperti Ponteves, Cotignac, dan Sillans-la-Cascade, di mana sekitar 400 penduduk harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Skala pengungsian ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah kebakaran hutan Prancis.

Also Read

Pawai Toleransi Berlin Tercabik Aksi Kekerasan, Pemerintah Jerman Berjanji Usut Tuntas

Respons tanggap darurat tidak hanya datang dari dalam negeri. Jerman, melalui pernyataan Kanselir Friedrich Merz, mengirimkan helikopter, pesawat angkut A400, dan personel penyelamat ke Prancis setelah berkoordinasi langsung dengan Presiden Emmanuel Macron. Sementara itu, Menteri Pertahanan Prancis Sébastien Lecornu mengerahkan 500 personel militer untuk membantu para pemadam kebakaran, dan jumlah itu akan dinaikkan menjadi 1.000 personel. Dukungan lintas negara ini menegaskan bahwa bencana lingkungan telah melampaui batas teritorial dan menuntut kolaborasi seketika. Baik di jalanan Valencia yang sunyi oleh duka, maupun di langit Bordeaux yang kehilangan warna birunya, Eropa tengah bertarung melawan gelombang api yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca