apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Kriminal

Sate Taichan dan Nyawa yang Melayang di Tangerang

Agus CahyonoDiterbitkan 26 Jul 2026 - 09.12 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sate Taichan dan Nyawa yang Melayang di Tangerang
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Hiruk pikuk parkiran di Kabupaten Tangerang pada malam naas itu tidak akan pernah menyangka bahwa sebungkus sate taichan bisa menjadi pemicu hilangnya nyawa seorang prajurit. Prada ABS, anggota TNI AD yang dikenal sebagai pelari tangguh di keluarganya, mengembuskan napas terakhir dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya dihujam 10 tusukan, separuhnya di depan dan sisanya di punggung. Ironisnya, titik awal tragedi ini bukanlah perselisihan besar, melainkan klaim sepihak atas empat porsi sate yang masih mengepulkan asap di atas gerobak.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha, merinci bagaimana duduk perkara berubah cepat menjadi malapetaka. Sekelompok orang yang kemudian menjadi tersangka, memesan empat porsi sate taichan. Namun di saat bersamaan, korban bersikeras bahwa hidangan itu adalah miliknya. Apa yang bermula dari adu mulut di antara bisingnya kendaraan parkir, seketika meledak menjadi aksi fisik. Satu pukulan melayang, dan suasana langsung berubah menjadi arena kejar-kejaran tanpa ampun, mengubah area komersial itu menjadi titik awal perburuan maut.

Baca Juga

KRL Angke鈥揗anggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

KRL Angke鈥揗anggarai Sempat Terganggu akibat Mobil Tertemper di Antara Tanah Abang-Karet

Rekaman CCTV menjadi saksi bisu yang membongkar narasi sempat simpang siur soal bagaimana korban bisa ditemukan di lokasi yang cukup jauh. Bukti visual itu mengonfirmasi bahwa Prada ABS bukanlah korban pasif yang sekarat lalu dibuang. Dengan kecepatan dan daya tahan seorang atlet lari, ia berusaha keras menyelamatkan diri. Langkah kakinya berpacu dengan deru mesin sepeda motor. Para pengejar tak mau kehilangan target, berboncengan untuk memotong laju sang prajurit. Di sebuah jalan raya, setelah dipepet, eksekusi brutal itu terjadi.

Polisi memetakan tujuh tersangka ke dalam empat klaster peran yang membentuk hierarki kekerasan sistematis. Klaster pertama diisi oleh FN alias SM dan DR yang berperan dalam pengejaran. Selanjutnya, tiga orang di klaster kedua menjadi motor pengeroyokan: FNK alias SM yang melayangkan pukulan pertama, bersama RRGB alias RN, dan AEL alias ER. Di klaster ketiga, ada SS alias EM yang selain turut mengejar dan memukul, juga mengambil telepon genggam korban. Puncak dari seluruh aksi biadab ini berada pada tersangka EYR alias EO, yang selain mengejar dan memukul, merupakan eksekutor yang menusukkan senjata tajam ke tubuh korban.

Baca Juga

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Nasib Praperadilan Febrie Adriansyah Ditentukan Pekan Ini

Ketujuh pelaku kini telah mendekam di sel tahanan. Namun, proses penyidikan belum sepenuhnya tuntas. Polisi masih mengembangkan perburuan terhadap dua terduga pelaku lain yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan maut tersebut, bekerja sama dengan Polda Metro dan rekan-rekan dari TNI. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yang mencerminkan kebengisan mereka. Dakwaan pembunuhan sesuai Pasal 458 KUHP mengancam mereka dengan hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun. Belum lagi jerat Pasal 262 ayat 4 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 12 tahun, serta Pasal 466 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyimpan hukuman 7 tahun di balik jeruji. Sebuah pengingat kelam bahwa kekerasan yang dipicu hal remeh dapat merenggut segalanya dalam semalam.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Tangerangpolisipembunuhanpengeroyokananggota TNIsate taichan

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap