apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Teknologi

Roket SpaceX Diprediksi Tabrak Permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026

Parlin SinagaDiterbitkan 3 Agu 2026 - 13.01 路 3 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Roket SpaceX Diprediksi Tabrak Permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Bagian atas roket Falcon 9 milik SpaceX diprediksi akan menghantam permukaan Bulan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Objek yang akan menabrak satelit alami Bumi tersebut bukanlah wahana dengan misi aktif, melainkan sampah antariksa berupa tahap atas (upper stage) roket yang telah menyelesaikan tugasnya sejak awal tahun lalu. Setelah menyelesaikan misi utamanya, bagian roket tersebut dibiarkan melayang di ruang angkasa.

Puing antariksa ini berasal dari peluncuran Falcon 9 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2025. Pada saat itu, pihak SpaceX meluncurkan roket tersebut untuk mengirimkan dua wahana pendarat komersial menuju Bulan. Salah satu muatan yang dibawa, yaitu pendarat Blue Ghost milik Firefly Aerospace, sukses mendarat dengan mulus di permukaan Bulan. Sebaliknya, muatan kedua yang dimiliki oleh perusahaan swasta asal Jepang, ispace, gagal menyelesaikan misinya akibat mengalami kecelakaan saat proses pendaratan berlangsung. Setelah melepaskan kedua wahana pendarat tersebut, tahap atas roket tetap dibiarkan berada di ruang angkasa, sehingga secara perlahan bergerak tidak tentu arah karena terpengaruh oleh gaya gravitasi dari Bumi, Bulan, dan Matahari.

Berdasarkan prediksi dari ahli pelacakan orbit bernama Bill Gray, roket kosong ini akan menghantam kawasan di dekat Einstein Crater. Kecepatan roket saat menabrak Bulan diperkirakan akan sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 8.700 kilometer per jam. Kecepatan ini setara dengan hampir tujuh kali lipat kecepatan suara. Benturan dengan kecepatan luar biasa tersebut diperkirakan akan melepaskan energi yang sangat besar, dengan estimasi kekuatan yang setara dengan ledakan sekitar tiga ton TNT.

Baca Juga

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Bakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan Sitaro

Tumbukan keras ini diproyeksikan akan membentuk sebuah kawah baru di permukaan Bulan. Kawah benturan tersebut diperkirakan memiliki diameter sekitar 27 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter. Selain membentuk kawah baru, tabrakan tersebut juga akan melontarkan material berupa debu dan batuan dari permukaan Bulan ke ruang angkasa sekitarnya. Ukuran kawah ini memang dinilai terlalu kecil untuk dapat diamati secara langsung dari Bumi tanpa bantuan teleskop. Walau demikian, peristiwa ini direncanakan akan tetap dipantau oleh para peneliti, termasuk Bill Gray yang berencana mengamati dampak tabrakan tersebut dari wilayah New Brunswick, Kanada.

Meskipun terdengar mengkhawatirkan, para ilmuwan dengan tegas menyatakan bahwa peristiwa tabrakan roket ini sama sekali tidak menimbulkan ancaman atau bahaya bagi Bumi. Di sisi lain, insiden ini justru dinilai memiliki nilai ilmiah yang cukup tinggi bagi para peneliti antariksa. Benjamin Fernando dari Laboratorium Nasional Los Alamos mengungkapkan bahwa peristiwa jatuhnya puing roket ini dapat membantu para ilmuwan untuk memahami lebih dalam mengenai seberapa besar tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh dampak benturan puing-puing terhadap keselamatan para astronaut di masa depan.

Baca Juga

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Indosat, Ooredoo, Nokia, dan NVIDIA Berkolaborasi Luncurkan Zankore untuk Bangun Infrastruktur AI

Untuk mengamati momen langka ini, beberapa instrumen antariksa yang sedang bertugas di sekitar Bulan telah dipersiapkan. Wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA dijadwalkan untuk mengambil gambar dokumentasi pada lokasi target sebelum dan setelah benturan terjadi. Tidak hanya itu, wahana pengorbit Bulan milik Korea Selatan yang bernama Danuri juga diperkirakan akan melintas sangat dekat dengan jalur yang dilewati roket hanya beberapa menit sebelum tabrakan terjadi. Peristiwa tabrakan sampah antariksa di Bulan seperti ini sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi. Pada tahun 2022 lalu, bagian dari roket asal Cina juga pernah dilaporkan menghantam sisi jauh Bulan hingga membentuk dua kawah baru di permukaannya.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SpaceXastronomiBulanFalcon 9

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap