Langkah strategis baru diambil oleh Rocket Lab dengan melebarkan sayap operasionalnya ke wilayah utara yang dingin, Alaska. Perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di California ini baru saja mengamankan kontrak raksasa senilai US$266 juta atau setara dengan Rp4,3 triliun dari Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (U.S. Space Force). Kesepakatan bernilai fantastis ini menandai pergeseran penting bagi perusahaan yang kini semakin dipercaya untuk menopang sistem pertahanan udara nasional Amerika Serikat di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.
Dalam kesepakatan tersebut, Rocket Lab berkomitmen untuk menjalankan hingga 18 misi pertahanan rudal, yang mencakup 12 peluncuran suborbital utama dengan opsi tambahan hingga enam misi berikutnya. Pusat dari aktivitas ini akan bertumpu pada Pacific Spaceport Complex yang terletak di Pulau Kodiak, Alaska. Fasilitas yang telah beroperasi sejak tahun 1998 ini bukanlah tempat baru bagi militer; wilayah terpencil ini telah memfasilitasi hampir tiga lusin misi penerbangan, yang mayoritasnya merupakan uji coba suborbital untuk kepentingan pertahanan negara sebelum akhirnya mulai dilirik oleh sektor swasta.








