Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperbarui informasi mengenai aktivitas seismik baik di dalam maupun di luar negeri. Berdasarkan laporan gempa terkini BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia seperti Poso, Garut, dan Aceh Selatan sempat diguncang gempa tektonik dengan magnitudo dan dampak yang bervariasi. Selain memantau aktivitas domestik, BMKG juga menganalisis gempa berkekuatan besar di luar negeri, termasuk gempa kuat yang melanda wilayah barat laut El Aguila, Kolombia. Gempa di Kolombia tersebut dipastikan tidak berdampak buruk bagi wilayah Indonesia.
Gempa bumi di Kolombia terjadi pada hari Senin, 10 Agustus 2026, pukul 19.34 WIB. Gempa tersebut awalnya tercatat berkekuatan magnitudo 7,4 dan diperbarui menjadi 7,6 SR, dengan parameter pemutakhiran dari BMKG menunjukkan kekuatan M7,4 pada kedalaman 95 kilometer. Menurut hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak di darat pada koordinat 4,93掳 LU dan 76,06掳 BB, sekitar 3 kilometer barat laut El Aguila. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memastikan bahwa gempa bumi menengah yang dipicu oleh deformasi dalam lempeng samudra yang menunjam (intra-slab) dengan mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault) ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Hingga pukul 20.10 WIB, pemantauan BMKG tidak mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut.
Prakiraan Cuaca BMKG, Monsun Australia dan El Nino Pengaruhi Curah Hujan di Sulawesi Utara dan Sumatera Selatan

Sementara itu, aktivitas seismik di dalam negeri juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,8 mengguncang wilayah tersebut pada hari Minggu pukul 05.36 WIB. Gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif Tokoraru ini berpusat di laut pada jarak 13 kilometer arah barat laut Kota Poso dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG mencatat adanya 10 gempa susulan hingga pukul 07.10 WIB dengan kekuatan terbesar magnitudo 3,2 dan rata-rata magnitudo 2,0. Pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Guncangan gempa Poso dirasakan cukup kuat di Kota Poso dengan skala intensitas V-VI MMI, yang menyebabkan kepanikan warga hingga berlarian ke luar rumah, serta mengakibatkan plester dinding rontok dan kerusakan pada cerobong asap pabrik. Getaran juga dirasakan di daerah lain seperti Kabupaten Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, dan Polman dengan intensitas III-IV MMI, serta di Tana Toraja dan Wajo dengan skala III MMI. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Kekeringan Mengancam 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang, Pemerintah Daerah Siapkan Langkah Mitigasi

Di wilayah lain, gempa tektonik bermagnitudo 3,6 mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Rabu sore, 15 Januari 2025, pukul 17.10 WIB. Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa dangkal berkedalaman 29 kilometer tersebut berpusat di laut pada jarak 92 kilometer barat daya Kabupaten Bandung dan dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Guncangannya dirasakan di Kecamatan Tarogong Kidul dan Samarang dengan skala II-III MMI tanpa adanya laporan kerusakan bangunan. Pada malam harinya, tepat pukul 21.10 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 4,0 juga mengguncang kawasan Nagan Raya, Kabupaten Aceh Selatan. Gempa tersebut berpusat di laut pada kedalaman 32 kilometer dan dirasakan masyarakat pada skala II-III MMI.






