Hingga pertengahan Maret 2026, aktivitas pelaporan pajak untuk tahun pajak 2025 di Amerika Serikat menunjukkan tren yang kontradiktif. Data terbaru dari Internal Revenue Service (IRS) mengungkapkan adanya penurunan tipis pada jumlah berkas yang diterima dan diproses. Namun, di sisi lain, nilai pengembalian dana (refund) yang disalurkan kepada wajib pajak justru melonjak cukup tajam. Perkembangan ini menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan IRS tax filing season 2025 yang sedang berlangsung.
Pergeseran angka-angka ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor operasional dan regulasi baru. Pada aspek operasional, IRS harus menjalankan pelayanan dengan jumlah staf yang terpangkas sekitar 27 persen dibandingkan musim pelaporan tahun lalu. Selain keterbatasan sumber daya manusia, otoritas pajak AS juga telah menutup program Direct File pada tahun 2026. Di sisi hukum, pemberlakuan undang-undang perpajakan baru, yakni One Big Beautiful Bill Act (OBBBA) yang mulai berlaku pada pertengahan 2025, membawa perubahan signifikan. Regulasi ini memperluas beberapa manfaat pajak yang secara langsung memengaruhi perhitungan wajib pajak untuk tahun pajak 2025.
IHSG Melemah ke Level 6.365, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini

Berdasarkan data per 20 Maret 2026, IRS telah menerima 78.893.000 Surat Pemberitahuan (SPT) pajak penghasilan individu. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,9 persen dari 79.616.000 berkas yang diterima pada periode yang sama di tahun 2025. Jumlah berkas yang diproses juga menyusut 1,1 persen menjadi 77.801.000 berkas. Meskipun jumlah total berkas menurun, metode penyampaian secara elektronik (e-filing) mengalami kenaikan tipis sebesar 0,4 persen menjadi 77.574.000 berkas. Dari jumlah e-filing tersebut, wajib pajak yang mengisi SPT secara mandiri (self-prepared) naik 1,9 persen menjadi 37.836.000 berkas, sedangkan pengajuan melalui jasa profesional turun 1,0 persen menjadi 39.738.000 berkas. Kunjungan ke situs web IRS pun melonjak drastis dari 244.432.000 menjadi 380.292.000 kunjungan.
Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah peningkatan nilai pengembalian dana. Rata-rata refund yang diterima wajib pajak naik 10,9 persen menjadi 3.571 dolar AS, dari sebelumnya 3.221 dolar AS pada periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, IRS telah menggelontorkan dana refund sebesar 202,595 miar dolar AS, meningkat 12,9 persen dibanding tahun lalu. Mayoritas pengembalian dikirimkan melalui setoran langsung (direct deposit) yang mencapai 57.281.000 transaksi dengan total nilai 203,960 miliar dolar AS, naik 15,5 persen secara tahunan.
Kemenkeu Minta Pasar Modal Biayai 91 Persen Investasi RI 2027

Bagi wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajibannya, langkah berikutnya adalah memperhatikan tenggat waktu yang ketat. Batas waktu pembayaran pajak tetap jatuh pada tanggal 15 April. Jika wajib pajak membutuhkan waktu tambahan untuk menyerahkan berkas SPT, mereka dapat mengajukan perpanjangan waktu hingga 15 Oktober 2026. Namun, perlu dicatat bahwa perpanjangan ini hanya berlaku untuk penyerahan dokumen, bukan untuk pembayaran pajak yang terutang. Keterlambatan pembayaran setelah tenggat 15 April akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 0,5 persen dari nilai pajak yang belum dibayar per bulan, ditambah bunga. Untuk menekan biaya pengurusan, wajib pajak dengan pendapatan maksimal 89.000 dolar AS pada tahun 2025 dapat memanfaatkan program IRS Free File tanpa dipungut biaya. Selain itu, anggota militer dan sebagian veteran dapat menggunakan layanan gratis MilTax yang disediakan oleh Departemen Pertahanan.






