Kesejahteraan karyawan sering kali menjadi kunci di balik performa gemilang sebuah korporasi. Korelasi positif ini tecermin nyata pada GoTo Group. Raksasa teknologi tanah air yang menaungi Gojek dan GoPay ini tidak hanya berhasil menorehkan tinta emas dalam laporan keuangan terbarunya, tetapi juga dinobatkan sebagai salah satu tempat kerja terbaik di tanah air dalam ajang Indonesia鈥檚 Best Employers 2026.
Penghargaan prestisius ini merupakan hasil kolaborasi perdana antara Statista, lembaga riset pasar global, dan media Tempo. Keduanya mengukur tingkat kepuasan serta persepsi pekerja dari berbagai sektor industri. Dalam pemeringkatan tersebut, GoTo Group sukses mengamankan posisi puncak di kategori sektor teknologi. Lebih dari itu, pada skala nasional lintas industri, perusahaan dengan puluhan juta pengguna aktif tahunan ini berhasil menduduki peringkat ketiga sebagai tempat kerja paling ideal.
Studi independen ini melibatkan lebih dari 6.000 responden untuk mengevaluasi sekitar 2.000 perusahaan yang mempekerjakan minimal 200 karyawan. Aspek yang dinilai mencakup budaya kerja, prospek karier, citra perusahaan, hingga rekomendasi langsung dari para staf. Niels Terfehr dari Statista menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk menyoroti organisasi yang sukses menetapkan standar tinggi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menambahkan bahwa kolaborasi ini menyajikan potret riil mengenai pengalaman kerja karyawan, yang diharapkan mampu mendorong iklim kompetisi positif antarperusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan staf mereka.
Kelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang Aset

Merespons pencapaian ini, manajemen GoTo menyatakan bahwa apresiasi tersebut menjadi suntikan motivasi untuk terus merawat iklim kerja yang inklusif. Monica Lynn Mulyanto selaku Chief People Officer GoTo menegaskan bahwa manusia adalah motor penggerak utama bisnis. Menurutnya, lingkungan kerja yang inklusif dan suportif sangat krusial agar setiap individu di dalam perusahaan dapat berkembang secara optimal. Langkah ini penting guna menopang operasional ekosistem raksasa yang melayani puluhan juta pengguna di seluruh Indonesia, termasuk menyokong produktivitas 3 juta mitra pengemudi dan 6,4 juta mitra merchant.
Sinergi internal yang solid ini tampaknya berjalan beriringan dengan performa bisnis perusahaan di lantai bursa. Pada kuartal pertama tahun 2026, GoTo mencatatkan sejarah baru dengan meraup laba bersih sebesar Rp171 miliar. Pencapaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana perusahaan masih mengalami kerugian bersih hingga Rp367 miliar. Selain itu, nilai EBITDA Grup yang disesuaikan juga berada di zona positif sebesar Rp907 miliar.
Indofarma Terima Pinjaman Rp 220 Miliar dari Bio Farma di Tengah Tunggakan Hak Karyawan

Catatan keuangan yang impresif ini menjaga optimisme manajemen untuk memenuhi target tahunan EBITDA yang disesuaikan pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Keberhasilan membalikkan keadaan finansial ini diakui kepemimpinan GoTo sebagai buah dari efisiensi biaya yang disiplin serta dedikasi seluruh tim selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, reputasi sebagai pemberi kerja terbaik dan pulihnya kesehatan finansial mempertegas posisi GoTo sebagai magnet utama bagi talenta digital terbaik di Indonesia.






