PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), perusahaan pengolahan gas alam cair (LNG) di Indonesia, terus menunjukkan kontribusi penting dalam industri energi. Kilang DSLNG yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat telah memproduksi hampir 500 kargo LNG sejak pertama kali memulai operasionalnya pada tahun 2015 silam. Pada tahun ini, tepatnya hingga tanggal 17 Agustus, realisasi produksi dari kilang tersebut telah mencapai kisaran 28 kargo LNG. Guna memenuhi target produksi tahunan, pihak perusahaan kini menargetkan untuk memproduksi sebanyak 12 kargo tambahan lagi hingga bulan Desember mendatang.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, kilang tunggal milik DSLNG dirancang dengan kapasitas produksi yang mencapai sekitar 2 juta ton per tahun. Secara rata-rata, DSLNG mampu menghasilkan produksi sebanyak 41 kargo LNG setiap tahunnya. Adapun kapasitas standar untuk satu kargo LNG yang diproduksi adalah sekitar 125.000 meter kubik. Untuk pembagian alokasi pasokan pada tahun ini, DSLNG mengalokasikan sekitar 15 kargo untuk memenuhi kebutuhan domestik di dalam negeri yang disalurkan melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Sementara itu, sisa pasokan yang berjumlah sekitar 26 kargo dialokasikan untuk tujuan pasar ekspor, dengan fokus utama pengiriman ke negara Jepang dan Korea.
Marjorie Taylor Greene Klaim Pemerintahan Trump Bahas Pakai Senjata Nuklir Lawan Iran

Sebagai langkah mendukung ketahanan energi, DSLNG menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan kapasitas pasokan gas bumi. Plant Deputy General Manager DSLNG, Sugianto Daesani, mengungkapkan bahwa pasokan gas yang digunakan untuk proses produksi saat ini berada di kisaran 335 juta kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Pihak DSLNG siap untuk menambah pasokan gas tersebut hingga sebesar 100 MMSCFD, dengan catatan apabila harga gas yang disepakati nantinya dinilai layak atau masuk secara keekonomian. Sugianto juga menambahkan bahwa untuk pemenuhan kebutuhan pasokan LNG di dalam negeri, pembagian tugasnya dilakukan bersama dengan produsen LNG domestik lainnya, yakni PT Badak LNG dan BP Tangguh.
Di sisi lain, dinamika industri gas global juga diantisipasi oleh para pelaku sektor energi nasional. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) saat ini tengah berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) perusahaan demi menghadapi perubahan serta dinamika yang terjadi di pasar LNG global. Langkah antisipasi ini sangat relevan mengingat International Energy Agency (IEA) memproyeksikan bahwa pasar LNG secara global diperkirakan masih akan terus menghadapi tekanan pasokan hingga akhir tahun 2027 mendatang. Sebagai catatan kinerja distribusi sebelumnya, sepanjang tahun 2025 lalu, DSLNG telah berhasil memasok sebanyak lima kargo LNG kepada PGN dan PLN, dengan volume masing-masing kargo tersebut sebesar 135.000 meter kubik.
Polisi Selidiki Pengeroyokan Pengendara Motor oleh Rombongan Pengantar Jenazah di Pondok Ranggon

Selain fokus pada kegiatan operasional kilang dan produksi energi, DSLNG juga aktif menjalankan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan hidup. Di Sulawesi Tengah, DSLNG bekerja sama dengan BKSDA Sulteng yang secara rutin melakukan pemeriksaan serta pendataan terhadap kondisi kesehatan burung maleo yang berada di penangkaran milik DSLNG. Komitmen lingkungan ini juga ditunjukkan di wilayah lain, di mana DSLNG memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan menyelenggarakan aksi penanaman pohon bakau (mangrove) yang berlokasi di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.






