Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diselenggarakan dengan khidmat di Istana Merdeka pada Senin, 17 Agustus 2026. Bertindak selaku inspektur upacara, Presiden Prabowo Subianto memimpin jalannya upacara dengan mengenakan pakaian adat Betawi Ujung Serong. Pakaian adat tersebut berupa beskap berwarna biru tua lengkap dengan kalungan melati. Upacara diawali dengan prosesi kirab di mana bendera pusaka dan naskah Proklamasi dibawa dari Monas menuju Istana Merdeka menggunakan kereta kencana Garuda Prabayaksa oleh Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025, Bianca Sultana Najwa dan Aliah Sakira.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Presiden Prabowo memimpin momen mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan berbagai wilayah Indonesia lainnya. Presiden Prabowo juga menyaksikan pertunjukan pesawat militer dengan diapit oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo di sebelah kanan dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sebelah kiri. Wakil Presiden Gibran sendiri tiba di tempat upacara pada pukul 09.30 WIB dengan mengenakan pakaian adat NTT. Ia didampingi oleh putranya, Jan Ethes, serta istrinya, Selvi Ananda, yang tampil mengenakan baju adat Dayak. Kedatangan Gibran beserta keluarga disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Makna Simbolis Kalung Melati Presiden Prabowo di Upacara HUT ke-81 RI

Sebelum kedatangan Wakil Presiden, Presiden ke-7 RI Joko Widodo telah tiba terlebih dahulu pada pukul 09.26 WIB dengan mengenakan pakaian adat. Joko Widodo didampingi oleh putra bungsunya sekaligus Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono. Kehadiran Joko Widodo disambut oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Wamensesneg Juri Ardiantoro, dan Bambang Eko. Saat memasuki lapangan upacara, Joko Widodo tampak didampingi oleh Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla. Joko Widodo menjadi satu-satunya mantan Presiden RI yang hadir langsung di Istana Merdeka dalam peringatan kali ini. Sementara itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berhalangan hadir karena tengah menjalani tes kesehatan di Amerika Serikat, dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memilih memimpin upacara HUT RI di Sekolah Partai PDIP.
Sejumlah tokoh bangsa lainnya juga turut hadir, termasuk para mantan Wakil Presiden. Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dan istrinya, Wury Estu Handayani, tiba di Istana sekitar pukul 07.30 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa implementasi program transformatif pemerintah harus terus dipantau guna mencegah terjadinya deviasi, penyimpangan, serta korupsi. Kehadiran para mantan wakil kepala negara ini kemudian diikuti oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bersama istrinya, Mufida, serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono dan istrinya, Herawati. Selain itu, Ratna Sari Dewi Soekarno, istri keenam dari Presiden Soekarno yang kini tinggal di Shibuya, Tokyo, Jepang setelah sebelumnya berpindah-pindah di Eropa dan Amerika Serikat, juga terlihat menghadiri upacara di Istana Merdeka.
BGN Tutup 1.300 Dapur Makan Bergizi Gratis yang Tidak Memenuhi Standar Pangan

Ketua DPR RI Puan Maharani turut hadir dengan mengenakan kebaya modern berwarna putih, kain merah, serta selendang tenun khas NTT berwarna hitam. Selendang hitam tersebut dikenakan sebagai simbol dukacita atas bencana gempa bumi yang melanda wilayah NTT. Selama upacara berlangsung, Puan Maharani duduk di podium bersama dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.






