Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2024 menjadi momentum bersejarah bagi cabang olahraga arung jeram. Untuk pertama kalinya, arung jeram diperlombakan secara resmi dalam ajang olahraga terbesar di tingkat nasional tersebut. Momentum penting ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) untuk memperkuat fondasi organisasi. Salah satu fokus utama yang kini tengah dijalankan oleh PB FAJI adalah pengembangan dan pemanfaatan basis data terintegrasi, baik untuk pembinaan prestasi atlet maupun kebutuhan organisasi lainnya.
Wakil Ketua Umum PB FAJI, Amalia Yunita, menjelaskan bahwa pengelolaan data yang rapi merupakan langkah krusial untuk masa depan arung jeram Indonesia. Data atlet dan pelatih yang masuk ke dalam basis data tersebut nantinya akan diambil sebagai data awal oleh Bidang Pembinaan Prestasi. Melalui data ini, Bidang Pembinaan Prestasi akan melakukan pemeringkatan terhadap atlet dan pelatih nasional. Langkah pemeringkatan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Berdasarkan kebijakan KONI Pusat, hanya atlet yang berada di tingkat nasional yang memenuhi syarat untuk diberangkatkan mewakili negara dalam berbagai ajang kompetisi internasional.
Rincian Pembagian Bonus Pengusaha untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Selain untuk kepentingan prestasi olahraga, basis data yang dikembangkan oleh PB FAJI juga dirancang untuk memiliki fungsi sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam penanggulangan bencana alam. Melalui basis data ini, PB FAJI dapat memetakan potensi personel dan peralatan yang tersebar di berbagai daerah. Sebagai contoh, apabila terjadi bencana alam seperti banjir di Jakarta, PB FAJI dapat memanfaatkan basis data tersebut untuk menentukan secara cepat berapa unit penyelamat yang dapat diturunkan. Tidak hanya itu, sistem basis data ini juga dapat memberikan informasi yang akurat mengenai dari unit mana saja bantuan tersebut bisa diambil dan dikerahkan ke lokasi bencana.
Di sisi lain, pengelolaan sumber daya manusia dalam hal perwasitan juga menjadi bagian penting dari basis data PB FAJI. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki total 800 orang wasit arung jeram. Kualitas dari para pengadil pertandingan asal Indonesia ini pun sudah diakui di tingkat internasional. Wasit-wasit Indonesia sering kali diminta untuk bertugas dalam berbagai turnamen internasional. Peran mereka di kancah global tidak hanya terbatas sebagai dewan juri, melainkan juga dipercaya untuk mengemban tugas sebagai asesor. Salah satu bukti nyata dari kepercayaan internasional ini adalah keterlibatan para wasit Indonesia yang diminta untuk berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Sungi Kampar (Kampar River Championship) yang diselenggarakan di Malaysia.
Statistik dan Perjalanan Penerapan VAR Sepanjang Musim Liga 1 Indonesia

Untuk memperluas kiprah olahraga arung jeram di kancah internasional, PB FAJI juga aktif membangun kolaborasi di tingkat regional. Saat ini, PB FAJI sedang dalam proses bekerja sama dengan Federasi Arung Jeram Malaysia dan Federasi Arung Jeram Australia guna mengembangkan kalender kompetisi di level regional Asia. Upaya pengembangan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi semata, melainkan juga pada penguatan organisasi secara keseluruhan. Melalui langkah-langkah strategis ini, PB FAJI berharap dapat mendorong cabang olahraga arung jeram agar bisa masuk dan dipertandingkan dalam ajang multievent yang lebih besar, seperti SEA Games dan Asian Games.






