apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politik

Prabowo Hidupkan Lagi Wacana Identitas Tunggal yang Mandek Dua Dekade

Agus CahyonoDiterbitkan 26 Jul 2026 - 22.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Prabowo Hidupkan Lagi Wacana Identitas Tunggal yang Mandek Dua Dekade
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Presiden Prabowo Subianto membuka kembali lembaran ambisi lama birokrasi Indonesia: kartu identitas nasional tunggal. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, ia meminta agar sistem itu segera dieksekusi dan diimplementasikan sebagai pengungkit transformasi digital pemerintahan. Namun, gaung instruksi ini justru menegaskan kenyataan pahit bahwa gagasan serupa sudah berputar hampir dua dekade tanpa pernah benar-benar menjadi kenyataan. Negara seperti terjebak dalam lingkaran wacana: selalu dijanjikan, selalu dimulai, selalu kandas.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menyebut kegagalan berulang itu bukan semata-mata perkara teknis. Lemahnya komitmen politik dari para pemimpin yang silih berganti menjadi ganjalan paling fundamental. Sebab, membangun identitas tunggal memerlukan proses panjang yang melampaui satu periode pemerintahan. Tanpa kesinambungan, setiap rezim datang dengan gebrakan digital baru dan meninggalkan fondasi yang belum selesai. Di atas kertas, proyek itu selalu tampak modern dan mendesak, tetapi di lapangan ia kerap terperosok oleh ego sektoral kementerian dan lembaga yang enggan melepaskan kendali atas data dan sistem mereka sendiri.

Bayang-bayang korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara triliunan rupiah menjadi hantu yang terus menghantui. Trubus mengaitkan mandeknya integrasi identitas bukan hanya dengan persoalan birokrasi, melainkan pula dengan kepentingan ekonomi politik di balik proyek pengadaan pemerintah. Konflik kepentingan partai politik, katanya, ikut menciptakan medan ranjau yang membuat kebijakan ini sulit berjalan lurus. Alih-alih membangun sistem yang efisien, perjalanan menuju identitas tunggal kerap menjadi arena tarik-menarik anggaran dan pengaruh yang menguras energi, tanpa menghasilkan arsitektur data negara yang kokoh.

Baca Juga

Pemerintah Kantongi Komitmen Investasi Asing Ratusan Triliun Rupiah untuk Dorong Lapangan Kerja

Pemerintah Kantongi Komitmen Investasi Asing Ratusan Triliun Rupiah untuk Dorong Lapangan Kerja

Di luar pusaran politik, persoalan infrastruktur dan tata kelola menjadi tantangan yang sama peliknya. Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Adinda Tenriangke Muchtar, mengingatkan bahwa wacana ini hanya bisa berhasil jika ditempatkan dalam kerangka reformasi tata kelola yang lebih luas. Indonesia sudah memiliki fondasi seperti kebijakan Satu Data Indonesia dan komitmen terhadap pemerintahan terbuka, tetapi harmonisasi regulasi masih terseok-seok. Ia menyoroti bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti sebagai pencitraan administratif. Ruang kendali canggih atau dasbor data berkilap tidak ada artinya jika data yang disajikan tidak aksesibel, stagnan dalam format PDF, atau bahkan tidak tersedia sama sekali. Baginya, kualitas tata kelola data akan menjadi penentu apakah sistem identitas tunggal benar-benar melayani publik atau sekadar memindahkan rumitnya birokrasi ke layar komputer.

Pakar digital dan telekomunikasi, Heru Sutadi, menawarkan pergeseran paradigma untuk mematahkan kebuntuan. Ia menilai pemerintah tidak perlu lagi memulai dari nol, karena Nomor Induk Kependudukan sudah menjadi identitas tunggal de facto. Pekerjaan rumah terbesar justru terletak pada memastikan kualitas data, interoperabilitas antarsistem, dan keamanan siber yang berlapis. Heru mengusulkan agar arah kebijakan bergeser dari obsesi mencetak satu kartu fisik menuju pembangunan satu identitas digital nasional. Pada era ketika interaksi warga dengan negara dan layanan privat semakin berpindah ke ruang digital, yang paling krusial bukanlah memiliki selembar plastik, melainkan kendali aman atas identitas digital yang terpercaya serta jejak audit yang jelas untuk mencegah penyalahgunaan.

Baca Juga

Kabinet Prabowo Subianto Diisi Sejumlah Menteri Era Jokowi, Koalisi Sipil Bentuk Kabinet Bayangan

Kabinet Prabowo Subianto Diisi Sejumlah Menteri Era Jokowi, Koalisi Sipil Bentuk Kabinet Bayangan

Dengan demikian, instruksi Presiden Prabowo ini bukan semata tentang penyederhanaan administrasi atau penghematan kertas. Ia adalah ujian bagi kemampuan negara membangun kembali kepercayaan publik yang sempat runtuh akibat skandal e-KTP dan bocornya data warga di berbagai platform. Ukuran keberhasilannya kelak bukan berapa juta kartu yang tercetak, melainkan seberapa mudah dan aman seorang warga mengakses layanan publik tanpa perlu menyerahkan fotokopi berkas yang sama berulang kali鈥攕ebuah kemudahan yang selama dua dekade masih menjadi angan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo Subiantotransformasi digitalpelayanan publikidentitas nasional tunggalkeamanan datae-KTP

Berita Terbaru Lainnya

Perkembangan Regulasi Apple di Indonesia, iPhone 16 Tertunda, iPhone 17e Kantongi Sertifikasi TKDNKelanjutan Kasus Pailit Sritex, Rencana Penyelamatan Ekonomi dan Perkembangan Lelang AsetOtorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi SorotanGagal di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Alihkan Fokus ke FIFA ASEAN CupKetentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKNBakti Komdigi Optimalkan Satelit Satria-1 Jaga Internet di Sangihe, Talaud, dan SitaroJelang Waisak 2570 BE, Arca Unfinished Buddha Borobudur Dipindahkan ke Lapangan KenariRencana Penerapan Single Salary ASN, Guru Cemas Nasib Tunjangan Sertifikasi

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap