JAKARTA — Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi asing senilai ratusan triliun rupiah melalui rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung sejak November 2024 hingga Januari 2026. Arus modal ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru guna mengatasi persoalan pengangguran di dalam negeri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang. Selain itu, laporan East Asia and the Pacific Economic dari Bank Dunia pada Oktober 2025 mencatat bahwa satu dari tujuh anak muda di Indonesia berstatus pengangguran.
Rincian Komitmen Investasi Asing
Dalam kunjungannya ke Inggris pada pekan ketiga Januari 2026, Presiden Prabowo memperoleh komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Salah satu kesepakatan penting dari kunjungan tersebut adalah pembuatan 1.582 unit kapal nelayan di Indonesia, yang diperkirakan akan menyerap sedikitnya 600.000 tenaga kerja. Sebelumnya, pada November 2024, Presiden juga mengamankan investasi senilai 8,5 bahtera atau 8,5 miliar dolar AS dari ajang CEO Roundtable Forum di Inggris.
Pembelian BBM Bersubsidi Pertalite dan Solar Akan Dibatasi, Konsumen Wajib Daftar QR Code

Kerja sama dengan Tiongkok pada November 2024 menghasilkan komitmen investasi senilai 10,07 miliar dolar AS (sekitar Rp157 triliun) yang diarahkan pada sektor manufaktur canggih, energi terbarukan, kesehatan, dan pangan. Hubungan bilateral ini diperkuat dengan kesepakatan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Li Qiang untuk pengerjaan 16 proyek senilai Rp36 triliun.
Di kawasan Timur Tengah, kunjungan Presiden ke Jeddah, Arab Saudi, pada awal Juli 2025 menghasilkan komitmen investasi dari Pangeran Mohammed bin Salman sebesar 27 miliar dolar AS (sekitar Rp437,8 triliun). Sementara itu, Qatar berkomitmen menyalurkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,3 triliun) melalui Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada April 2025, setelah sebelumnya terjalin kerja sama dengan investor Qatar dalam proyek pembangunan satu juta rumah. Dari Uni Emirat Arab (UEA), seorang investor menanamkan modal sebesar Rp4 triliun untuk pembangunan properti di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bank Indonesia Kembangkan Rupiah Digital Melalui Proyek Garuda

Dukungan Regulasi dan Perlindungan Investasi
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden dalam melindungi investasi asing. Dalam acara Seminar dan Awarding Universitas Nasional (Unas) Fest 2025 pada Kamis, 6 November 2025, Eddy menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik pungutan liar (pungli) dalam proses masuknya investasi ke Indonesia.
Di sisi lain, sektor swasta turut mempersiapkan diri untuk menyambut arus modal ini. PT Ekspansi Bisnis Indonesia (XPND) meluncurkan layanan terintegrasi "The Indonesia Gateway: Accelerating Business Expansion 2026" di Jakarta. Chairman XPND, Agustianto Batubara, menjelaskan bahwa layanan ini bertujuan membantu perusahaan asing memahami regulasi lokal dan mempercepat realisasi bisnis mereka. Langkah ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan tetap stabil di atas 5 persen pada tahun 2026.






