apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Peringatan Kudatuli Menjadi Momentum Pengingat Batas Profesionalisme Militer

Parlin SinagaPublished 28 Jul 2026 - 10.40 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Peringatan Kudatuli Menjadi Momentum Pengingat Batas Profesionalisme Militer
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Tragedi 27 Juli 1996, atau yang lebih dikenal secara luas sebagai peristiwa Kudatuli, kembali diperingati bukan sekadar sebagai momen refleksi sejarah kelam demokrasi di Indonesia. Dalam peringatan yang digelar di kantor DPP PDIP, Jalan Menteng 58, Jakarta Pusat, insiden berdarah tersebut dimaknai ulang sebagai sebuah alarm penting untuk menjaga profesionalisme militer agar tidak kembali masuk ke ranah sipil dan politik praktis. Acara peringatan ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh putranya sekaligus Ketua DPP PDIP, Muhammad Prananda Prabowo.

Pernyataan mengenai pentingnya netralitas militer tersebut ditegaskan oleh politisi PDIP yang juga mantan Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto. Di hadapan para kader dan pengurus partai, Andi menekankan bahwa esensi utama dari peringatan Kudatuli adalah sebuah pesan kuat yang terus relevan hingga hari ini. Pesan tunggal tersebut adalah komitmen bersama untuk menjaga agar tentara nasional tetap tegak lurus pada fungsi pertahanan negara dan tidak keluar dari koridor profesionalnya.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Menurut Andi, prajurit militer dibiayai oleh uang pajak yang disetorkan oleh rakyat. Oleh karena itu, anggaran tersebut harus digunakan sepenuhnya untuk mendukung tugas-tugas pertahanan demi menjaga kedaulatan wilayah NKRI sesuai dengan amanat konstitusi. Ia mengingatkan agar tentara tidak ditarik masuk ke dalam wilayah pemerintahan sipil yang bukan menjadi kompetensi utama mereka. Andi secara spesifik menyoroti beberapa peran sipil yang tidak semestinya diemban oleh militer aktif.

Also Read

Empat Rekomendasi Majelis Syuro PKS Soroti Ekonomi Nasional hingga Isu Palestina

Empat Rekomendasi Majelis Syuro PKS Soroti Ekonomi Nasional hingga Isu Palestina

Di hadapan hadirin, Andi menegaskan bahwa tentara seharusnya tidak menduduki jabatan sipil seperti direktur jenderal di kementerian, atau bahkan dilibatkan dalam urusan domestik seperti pertanian, menanam jagung, dan membuka lahan sawah baru. Menurutnya, keahlian sejati seorang prajurit terletak pada kemampuan tempur dan pertahanan taktis. Prajurit TNI harus menjadi ahli dalam mengoperasikan tank, mengemudikan kapal selam, serta melakukan terjun payung, bukan mengurusi urusan birokrasi sipil.

Untuk memperkuat argumennya mengenai pembatasan peran militer ini, Andi mengutip pesan bersejarah dari Panglima Besar Jenderal Sudirman pada tahun 1950. Jenderal Sudirman kala itu mengingatkan dengan tegas agar tentara Indonesia tidak terpecah-belah dan tidak membiarkan diri mereka terseret ke dalam pusaran kepentingan politik praktis. Amanat bersejarah ini kemudian digaungkan kembali oleh Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Sukarno, dalam pidato Hari Kemerdekaan tahun 1953 yang juga melarang militer membawa kepentingan politik golongan tertentu.

Also Read

Polda Sumatera Selatan Sita Jutaan Liter Minyak Ilegal dan Dorong Legalisasi Sumur Rakyat

Polda Sumatera Selatan Sita Jutaan Liter Minyak Ilegal dan Dorong Legalisasi Sumur Rakyat

Andi mengingatkan bahwa sejarah kelam Indonesia dari tahun 1966 hingga runtuhnya rezim Orde Baru pada masa Reformasi 1998 merupakan akibat langsung dari hilangnya jati diri militer yang terlampau jauh masuk ke ranah politik dan kekuasaan sipil. Oleh karena itu, momentum peringatan Kudatuli ini harus dijadikan pengingat bersama untuk mencegah terulangnya penyimpangan peran militer tersebut demi menjaga kesehatan demokrasi dan stabilitas negara di masa depan.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

TNIKudatuliPDIPReformasiAndi WidjajantoPolitik Militer

Berita Terbaru Lainnya

Timah Bertahan di Tengah Kejatuhan Harga Batu Bara dan CPOPengunduran Diri Perry Warjiyo Picu Gejolak Rupiah hingga Tembus Kembali Level 18000 per Dolar ASDestry Damayanti Pastikan Suksesi Kepemimpinan Bank Indonesia Berjalan Sesuai AturanDestry Damayanti Ambil Alih Kemudi Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo MundurLPS Sebut Fenomena Masyarakat Makan Tabungan Kini Mulai BerakhirMendagri Minta Kemenkeu Percepat Dana Bagi Hasil demi Selamatkan Gaji Pegawai DaerahPresiden Prabowo Perluas Keanggotaan KSSK dengan Melibatkan DanantaraRocket Lab Amankan Kontrak Triliunan Rupiah untuk Uji Coba Pertahanan Rudal di Alaska

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap