Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah memulai langkah nyata untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Langkah cepat yang diambil oleh partai ini sempat memicu anggapan bahwa mereka melakukan persiapan terlalu dini atau mencuri start. Namun, tudingan tersebut dibantah oleh internal partai yang menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi matang untuk mencapai target politik mereka.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Ahmad Ali, memberikan penjelasan mengenai arah pergerakan partai saat ini. Menurutnya, aktivitas yang dilakukan oleh PSI bukanlah bentuk curi start, melainkan sebuah keputusan untuk bekerja lebih awal demi memastikan kesiapan partai yang lebih kokoh menjelang kontestasi politik mendatang.
Mengapa PSI Memilih Bekerja Lebih Awal?
Langkah PSI untuk memulai pergerakan lebih cepat didasari oleh evaluasi terhadap hasil pemilu sebelumnya. Ahmad Ali menegaskan bahwa pilihan untuk bekerja lebih awal ini diambil demi mengejar target utama partai, yaitu lolos ke Senayan dan menempatkan perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebelumnya, PSI telah berpartisipasi dalam dua kali pemilu, yakni Pemilu 2019 dan Pemilu 2024. Namun, dalam kedua kesempatan tersebut, PSI belum berhasil mengamankan kursi di DPR. Dengan memulai persiapan sejak jauh hari, PSI berharap dapat membangun basis yang lebih kuat dan menghindari kendala-kendala yang dihadapi pada pemilu-pemilu sebelumnya.
Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Konsolidasi Organisasi dan Perubahan Logo PSI
Sebagai bagian dari persiapan awal ini, PSI telah melakukan serangkaian agenda konsolidasi internal yang terstruktur. Salah satu langkah penting yang diambil adalah menyelenggarakan Kongres PSI di Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 19-20 Juli 2025.
Kongres di Surakarta tersebut menjadi momentum penting bagi PSI untuk melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Salah satu keputusan signifikan yang dihasilkan dalam kongres tersebut adalah perubahan identitas visual partai, di mana PSI mengubah logo partainya dari yang sebelumnya berbentuk bunga mawar menjadi gajah. Perubahan logo ini menandai babak baru dalam upaya penyegaran dan penguatan karakter partai di mata publik.
Setelah kongres di Surakarta, PSI melanjutkan agenda konsolidasinya melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Rakernas PSI tersebut diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 29-31 Januari 2026. Pertemuan nasional ini menjadi wadah untuk menyelaraskan program kerja dan merumuskan langkah taktis partai ke depan.
Safari Politik Bersama Joko Widodo
Selain melakukan konsolidasi formal melalui kongres dan rakernas, PSI juga aktif melakukan pergerakan di lapangan. Ahmad Ali selaku Ketua Harian DPP PSI terpantau melakukan safari politik ke berbagai wilayah.
Pemerintah Kabupaten Bogor Siapkan Rp 142 Miliar untuk Bangun Embarkasi Haji di Cibinong

Dalam menjalankan safari politik tersebut, Ahmad Ali tidak bergerak sendiri. Ia didampingi langsung oleh Ketua Dewan Pembina PSI, Joko Widodo. Kehadiran Joko Widodo dalam safari politik ini menunjukkan komitmen dan keterlibatan aktif jajaran dewan pembina dalam memperkuat struktur serta jaringan partai di tingkat akar rumput demi menyongsong Pemilu 2029.
Kesiapan Struktur Kepengurusan dan Tim Pemenangan
Kerja awal yang dilakukan oleh PSI juga terlihat dari kesiapan infrastruktur partai di berbagai tingkatan administratif. Ahmad Ali memaparkan bahwa struktur kepengurusan PSI saat ini telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan:
- Kepengurusan di tingkat provinsi telah rampung sepenuhnya.
- Kepengurusan di tingkat daerah (kabupaten/kota) serta tingkat kecamatan saat ini telah terbentuk sekitar 90 persen.
Selain merapikan kepengurusan struktural partai, PSI juga tengah menyiapkan mesin pemenangan khusus. Partai ini sedang menyusun struktur pemenangan di tingkat provinsi, dengan menyiapkan sekitar 35 hingga 40 orang untuk setiap provinsi. Persiapan personel pemenangan yang terstruktur ini diharapkan dapat memaksimalkan pergerakan taktis partai di setiap daerah.






