Bagaimana cara mempermudah keberangkatan ribuan jemaah haji asal Kabupaten Bogor agar tidak perlu lagi menempuh perjalanan transit ke Jakarta? Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah menyiapkan solusi praktis untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memusatkan pelayanan ibadah haji dan umrah secara mandiri di wilayahnya.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui rencana pembangunan fasilitas baru di Cibinong. Melalui proyek ini, Bogor Akan Bangun Embarkasi Haji dan Umrah di Masjid Raya Nurul Wathon Beranggaran Rp 142 Miliar.
Mengapa Kabupaten Bogor Membutuhkan Embarkasi Mandiri?
Dengan jumlah penduduk yang kini mencapai lebih dari 5,6 juta jiwa, Kabupaten Bogor secara konsisten tercatat sebagai daerah yang menerima alokasi kuota haji terbesar di Indonesia pada setiap musim haji. Sebagai gambaran, pada tahun ini Kabupaten Bogor memperoleh kuota haji sebanyak 3.450 jemaah.
Selama ini, besarnya jumlah calon jemaah tersebut mengharuskan mereka untuk singgah terlebih dahulu di Embarkasi Haji Pondok Gede sebelum bertolak ke Arab Saudi. Keberadaan embarkasi baru di dalam wilayah sendiri dirancang agar calon jemaah haji asal Kabupaten Bogor tidak perlu lagi singgah di Embarkasi Haji Pondok Gede, sehingga proses pemberangkatan menjadi lebih efisien dan meminimalkan kelelahan fisik jemaah.
Mengenal Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Kemendagri

Desain Menyerupai Zamzam Tower dan Rincian Anggaran
Fasilitas embarkasi haji dan umrah ini direncanakan memiliki konstruksi bangunan setinggi tujuh lantai. Pemerintah Kabupaten Bogor merancang tampilan visual gedung pelayanan ini agar menyerupai Zamzam Tower di Mekkah.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp 142 miliar. Seluruh pembiayaan pembangunan fisik ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
Jadwal Lelang dan Tahapan Pembangunan Fisik
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa proses lelang atau tender untuk proyek pembangunan embarkasi ini dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Dengan demikian, pengerjaan konstruksi fisik di lapangan ditargetkan dapat dimulai pada awal 2027.
Bantah Curi Start Pemilu 2029, Ahmad Ali Sebut PSI Mulai Lebih Awal

Sebelumnya, rencana pembangunan ini sempat mengalami penundaan. Pemerintah daerah memutuskan untuk menundanya karena sisa waktu pengerjaan yang saat itu hanya berkisar enam bulan dinilai tidak mencukupi untuk menyelesaikan proyek berskala besar ini secara optimal.
Integrasi dengan Masjid Raya Nurul Wathon di Pakansari
Lokasi pembangunan gedung embarkasi ini berada di dalam kawasan Masjid Raya Nurul Wathon yang terletak di Cibinong, Jawa Barat. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare dan dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2025 senilai Rp 112 miliar.
Bupati Bogor Rudy Susmanto memproyeksikan kawasan ini sebagai pusat kegiatan keagamaan yang terpadu di kawasan Pakansari. Untuk mendukung fungsi tersebut, Masjid Raya Nurul Wathon dilengkapi dengan Menara Tauhid setinggi 99 meter serta miniatur Kakbah yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk latihan manasik haji. Area masjid juga dihiasi berbagai ornamen bernuansa Kakbah guna mendukung kenyamanan dan visualisasi ibadah bagi para calon jemaah.






