Mengapa Amerika Serikat dan Korea Selatan tiba-tiba membatalkan latihan militer gabungan mereka yang dijadwalkan berlangsung bulan depan? Apakah keputusan mendadak ini dipicu oleh ancaman atau tekanan dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un?
Jawabannya ternyata bukan karena manuver dari Pyongyang. Pembatalan latihan pendaratan amfibi gabungan ini murni disebabkan oleh keterbatasan jumlah pasukan militer Amerika Serikat (AS) di tengah situasi perang yang sedang berlangsung di Iran.
Keterbatasan Pasukan AS di Tengah Perang Iran
Korps Marinir AS sebenarnya telah memberikan informasi kepada mitranya di Korea Selatan sejak Juni lalu. Dalam pemberitahuan tersebut, pihak AS menyatakan bahwa ketersediaan personel untuk latihan tingkat divisi berskala besar, yang dikenal sebagai latihan Ssangyong, akan sangat terbatas.
Ssangyong merupakan salah satu latihan militer gabungan utama antara AS dan Korea Selatan yang secara khusus mencakup latihan pendaratan amfibi. Namun, prioritas militer Washington yang kini terbagi ke wilayah konflik lain membuat pengerahan pasukan ke Semenanjung Korea tidak dapat dilakukan secara maksimal.
LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Tarif Flat Rp5.000 Hingga Oktober

Juru bicara Korps Marinir Korea Selatan mengonfirmasi perkembangan ini dalam taklimat pers pada Senin (24/8/2026). Ia membenarkan bahwa Korps Marinir AS telah secara resmi mengabarkan kendala keterbatasan personel tersebut kepada pihak Seoul. Di sisi lain, Komando Pasukan AS di Korea (USFK) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pembatalan ini.
Pengurangan Skala Ulchi Freedom Shield dan Sorotan Biaya
Selain pembatalan latihan Ssangyong, dinamika militer di Semenanjung Korea juga dipengaruhi oleh kebijakan politik luar negeri AS. Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah memerintahkan pengurangan skala latihan militer gabungan tahunan lainnya, yaitu Ulchi Freedom Shield.
Trump menyebutkan bahwa keputusan memangkas skala latihan tersebut didasari oleh tingginya biaya latihan serta keengganan Seoul untuk terlibat dalam perang di Iran.
Kapal Tenggelam Buat Warga Ngamuk, Batu Melayang-Benda Dibakar

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa latihan militer gabungan ini mengirimkan sinyal yang tidak pantas dan bermusuhan kepada negara yang menurut klaimnya tidak menunjukkan ancaman selama masa kepresidenannya.
Meskipun skala latihan Ulchi Freedom Shield telah dikurangi, ketegangan di kawasan tersebut tetap tinggi. Korea Utara merespons situasi ini dengan meluncurkan 10 rudal balistik jarak pendek pada pekan lalu. Selama bertahun-tahun, Pyongyang memang memandang latihan militer bersama antara Washington dan Seoul sebagai simulasi persiapan untuk melakukan invasi ke wilayah mereka.






