Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghidupkan kembali sejumlah lahan tidur yang telah bertahun-tahun tidak produktif melalui program Revolusi Lahan atau Revola Jateng Optimis. Pelaksanaan program ini salah satunya dilakukan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Lahan di lokasi tersebut ditinjau dan diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kawasan pertanian terpadu di Desa Susukan ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektare. Salah satu perwakilan petani setempat, Nur Fauzi, menjelaskan bahwa program Revola Jateng Optimis sangat membantu para petani di desa tersebut. Lahan tidur yang selama 12 tahun tidak digarap secara optimal kini bisa diolah kembali menjadi lahan pertanian. Sebelumnya, kawasan tersebut merupakan eks lahan tanaman teh yang kini dialihkan untuk komoditas tanaman kopi, alpukat, serta hortikultura.
Dalam pengembangannya, program Revola Jateng menerapkan konsep integrated smart farming di areal seluas 10 hektare tersebut. Komoditas tanaman kopi dan buah alpukat sengaja ditanam untuk menahan erosi. Selain itu, kawasan Revola ini juga mencakup tanaman hortikultura, padi, perikanan, serta peternakan ayam dan kambing. Seluruh pemanfaatan teknologi untuk smart farming di kawasan ini dikendalikan oleh para petani milenial. Ke depan, para petani muda tersebut akan mengoperasikan berbagai teknologi seperti drone, mesin penyiram, serta alat pengukur unsur tanah.
Kemunculan Serentak Dua Kelompok Cicada di Amerika Serikat, Fenomena Langka Sejak 1803

Kepala Desa Susukan, Hasyim Abdullah, menyatakan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kehadiran program Revola Jateng Optimis. Hasyim menjelaskan bahwa program ini baru berjalan selama satu bulan di desanya. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, hasil produksi peternakan berupa telur ayam akan dimanfaatkan sendiri terlebih dahulu oleh masyarakat setempat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berharap agar program Revola Jateng Optimis ini dapat direplikasi di seluruh 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Selain program Revola, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjalankan berbagai inisiatif lain untuk mendukung sektor pertanian. Salah satunya adalah program Benteng Pangan Jawa Tengah yang menghadirkan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di wilayah Pekalongan, Brebes, dan Cilacap demi efisiensi biaya bagi petani sekaligus mendukung transformasi energi hijau. Langkah ini turut diperkuat oleh dukungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengapresiasi kinerja Gubernur Ahmad Luthfi dan menjanjikan bantuan 7.000 pompa air untuk Jawa Tengah guna menghadapi musim kemarau.
Badai Salju Melanda Wilayah AS, Peringatan Cuaca Buruk Diterbitkan

Dukungan terhadap pembangunan di tingkat desa juga diwujudkan melalui alokasi Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) oleh Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp1,7 triliun pada tahun 2026 untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana di desa. Di samping itu, Gubernur Ahmad Luthfi juga aktif melakukan berbagai kegiatan strategis lainnya, termasuk melakukan kunjungan kerja bersama beberapa bupati ke Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis, 6 Agustus. Ahmad Luthfi juga menawarkan pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru kepada Sembcorp Industries guna menarik investasi serta membuka lapangan kerja. Sementara itu, dalam agenda diplomatik, ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, saat menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia.






