apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Business

Pemerintah Kaji Skema Baru Penyaluran BBM Subsidi dan Bantuan Langsung Tunai

Agus CahyonoDiterbitkan 17 Agu 2026 - 19.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Kaji Skema Baru Penyaluran BBM Subsidi dan Bantuan Langsung Tunai
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan skema baru penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar lebih tepat sasaran. Rencana ini akan memadukan pemberian subsidi langsung pada produk dengan bantuan langsung tunai (BLT) sebagai bentuk pengalihan subsidi. Langkah tersebut dirancang agar alokasi subsidi energi tidak lagi dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tidak berhak. Kementerian ESDM telah melaporkan usulan skema baru ini kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, pada Jumat (3/1/2025) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melaporkan usulan skema tersebut dan kini sedang menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden. Di sisi lain, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang akrab disapa Tiko, menyatakan pada Rabu (25/12/2024) bahwa pihak BUMN juga masih menunggu kebijakan resmi dari Kementerian ESDM. Keputusan mengenai pengalihan subsidi BBM menjadi BLT ini nantinya akan diumumkan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2025.

Salah satu kendala utama yang membuat pengumuman skema baru ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah masalah data calon penerima yang masih tumpang tindih. Untuk mengatasinya, pemerintah melakukan penyatuan data dari berbagai instansi, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), Pertamina, dan PLN. Seluruh data tersebut dikumpulkan ke dalam satu pintu melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Proses pengumpulan data calon penerima ini bahkan telah mengalami tiga kali perubahan demi memastikan pengalihan subsidi benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga

BPR Kota Bandung Rugi Rp70 Miliar, DPRD Soroti Kredit Macet dan Tata Kelola

BPR Kota Bandung Rugi Rp70 Miliar, DPRD Soroti Kredit Macet dan Tata Kelola

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya sempat menargetkan pengumuman data konsumen BBM subsidi dan penerima BLT pada Desember 2024. Pada Kamis (19/12/2024), Bahlil menyebutkan bahwa perkembangan proses pengalihan subsidi ini sudah mencapai 99 persen. Kemudian, pada 7 Januari 2025, ia menyatakan bahwa pengumpulan data calon konsumen sudah hampir rampung di angka 98 persen. Namun, pada Kamis (16/1/2025), Bahlil menegaskan bahwa skema baru subsidi BBM plus BLT ini belum akan diumumkan dalam waktu dekat karena proses penyelarasan data masih terus berjalan.

Dalam skema pencampuran (blending) yang disiapkan, tidak semua kelompok masyarakat akan dialihkan ke bantuan tunai. Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pengemudi ojek online (ojol) yang masuk dalam kategori UMKM, kemungkinan besar akan tetap menerima subsidi dalam bentuk produk atau bahan secara langsung, bukan berupa BLT. Saat ini, pemerintah tengah mengevaluasi formula yang tepat untuk membedakan kendaraan pelat hitam yang digunakan untuk usaha ojol dengan kendaraan pelat hitam pribadi lainnya agar alokasi subsidi tepat sasaran.

Baca Juga

Kontribusi BRI untuk Perekonomian Nasional dan Pemberdayaan Masyarakat

Kontribusi BRI untuk Perekonomian Nasional dan Pemberdayaan Masyarakat

Selain mengatur penerima subsidi, skema baru ini juga akan membatasi kelompok masyarakat mampu. Rumah tangga yang masuk dalam kategori desil 9 dan 10, yaitu kelompok dengan tingkat pengeluaran per kapita paling tinggi dalam klasifikasi ekonomi pemerintah, nantinya akan dilarang membeli Pertalite. Langkah ini diambil karena data menunjukkan bahwa kelompok desil 9 dan 10 mengonsumsi sekitar 23 persen dari volume Pertalite nasional. Secara lebih luas, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa sekitar 79 persen BBM subsidi justru dinikmati oleh rumah tangga di desil 5 hingga 10.

Rencana pembatasan Pertalite bagi kelompok desil atas ini akan diterapkan secara bertahap. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah membahas kemungkinan implementasi bertahap tersebut bersama Menteri ESDM pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan pembatasan ini dapat mulai diimplementasikan sebelum tahun 2027 atau setidaknya mulai akhir tahun 2026.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Subsidi BBMPertaliteKementerian ESDM

Berita Terbaru Lainnya

Peran Achmad Soebardjo dalam Sejarah Pergerakan dan Kemerdekaan IndonesiaEvaluasi Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di Berbagai DaerahSolidaritas untuk NTT, Malam Merdeka di Jakarta Tak Pakai Kembang ApiArtha Graha Peduli Teguhkan Semangat Kemerdekaan melalui Kepedulian untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurMengapa Parkir dan Jukir Liar di Jakarta Sulit Diberantas?Megawati, Keadilan Sejarah Tak Cukup Berhenti pada Pencabutan Tap MPRS Nomor 33 Tahun 1967Terungkap Sumber Biaya Pembangunan IKN, APBN Rp 48,8 Triliun dan Swasta Rp 74,54 TriliunBPR Kota Bandung Rugi Rp70 Miliar, DPRD Soroti Kredit Macet dan Tata Kelola

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap