Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengumumkan bahwa perhelatan Malam Merdeka yang diselenggarakan di Jakarta akan tetap berjalan sesuai rencana. Kendati demikian, terdapat sejumlah penyesuaian penting yang dilakukan oleh pihak penyelenggara, termasuk di antaranya adalah peniadaan pertunjukan kembang api yang semula telah dipersiapkan untuk memeriahkan acara tersebut. Penyesuaian ini diambil oleh pemerintah sebagai langkah nyata untuk menunjukkan rasa empati yang mendalam terhadap situasi terkini di tanah air, khususnya terkait dengan bencana gempa bumi yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, dengan dampak yang cukup parah terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan pengumuman mengenai penundaan pertunjukan kembang api ini secara langsung dalam sebuah konferensi pers. Konferensi pers tersebut dilaksanakan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari Senin (17/8). Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa pemerintah sangat mengharapkan agar seluruh lapisan masyarakat dapat tetap merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh rasa empati. Beliau menekankan pentingnya merayakan momen bersejarah ini dengan sikap yang tidak berlebihan, mengingat adanya saudara-saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah bencana alam. Oleh karena itu, Kemenekraf memutuskan untuk menunda pertunjukan kembang api yang awalnya direncanakan menjadi bagian dari perhelatan tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis Akan Diperluas untuk Kelompok Lansia

Sebagai bentuk nyata dari rasa solidaritas dan kepedulian tersebut, jalannya acara Malam Merdeka di Jakarta akan diisi dengan berbagai pesan duka serta kepedulian yang ditujukan khusus bagi para korban gempa bumi di NTT. Pihak penyelenggara akan menampilkan pesan bertuliskan "Pray for NTT" yang dapat disaksikan oleh masyarakat luas. Pesan kepedulian ini akan ditampilkan secara visual melalui teknologi video mapping yang diproyeksikan di kawasan Monumen Nasional (Monas), serta melalui atraksi pertunjukan drone di udara. Melalui visualisasi tersebut, perayaan kemerdekaan kali ini juga menjadi momentum untuk mendoakan dan memberikan dukungan moral kepada para korban yang terdampak bencana.
Terkait dengan bencana yang terjadi, pemerintah Indonesia menyampaikan rasa dukacita yang sangat mendalam kepada seluruh korban gempa bumi. Ungkapan duka ini disampaikan oleh Fadh Pahdepie selaku Deputi I Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Bakom RI. Pemerintah menyatakan belasungkawa bagi masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumba, Simalungun di Sumatra Utara, hingga wilayah-wilayah lainnya di Indonesia. Selain menyampaikan rasa duka, langkah konkret penanganan bencana juga telah diinstruksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk segera bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan dan penanganan yang diperlukan kepada warga yang terdampak oleh bencana gempa bumi tersebut.
35 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Usai Gempa

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan perayaan Malam Merdeka ini sendiri diselenggarakan pada hari Senin (17/8) malam. Seluruh aktivitas dalam acara ini dijadwalkan berlangsung dengan durasi waktu mulai pukul 18.45 WIB hingga berakhir pada pukul 22.00 WIB. Untuk memfasilitasi jalannya acara dengan baik, kegiatan Malam Merdeka ini dipusatkan di dua kawasan utama di Jakarta, yaitu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI) dan juga di kawasan Monas. Meskipun berlangsung tanpa adanya gemerlap kembang api, penyesuaian acara ini diharapkan tetap menjaga kekhidmatan peringatan kemerdekaan sekaligus mempererat rasa persatuan nasional.






