PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, yang kini menjadi bagian dari Danantara, mencatatkan setoran ke kas negara sebesar Rp 19,1 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas pajak senilai Rp 8,1 triliun dan dividen tahun berjalan sebesar Rp 11,0 triliun. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan kontribusi nyata perseroan ini dalam mendukung perekonomian nasional di tengah momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.
Komitmen BRI terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tecermin dari portofolio kreditnya yang mencapai sekitar Rp 1.235 triliun atau setara 75,2 persen dari total portofolio kredit perseroan hingga akhir Triwulan II 2026. Selain itu, sampai akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 103,81 triliun kepada 2 juta debitur. Penyaluran KUR ini didominasi oleh sektor produktif, dengan rincian sektor pertanian sebesar 42,68 persen dan sektor perdagangan sebesar 32,34 persen.
Untuk menjangkau masyarakat di berbagai pelosok, BRI memperkuat jaringan fisiknya yang kini memiliki lebih dari 7.000 kantor dan sekitar 19 ribu ATM serta CRM di seluruh Indonesia. Kehadiran ini diperkuat oleh 1,13 juta Agen BRILink yang melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa. Sepanjang semester I 2026 saja, Agen BRILink mencatatkan lebih dari 501 million transaksi dengan volume mencapai Rp 841 triliun. BRI juga mengoperasikan layanan perbankan terapung melalui kapal Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas, serta Nera Seva di Labuan Bajo.
Pemerintah Batasi Penerapan PPN 12 Persen Hanya untuk Barang Mewah

Di ranah digital, Super App BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna hingga Juni 2026. Aplikasi ini mencatatkan 3,32 miliar transaksi finansial dengan volume transaksi mencapai Rp 4.166 triliun. Layanan perbankan digital ini juga menyasar warga negara Indonesia di luar negeri. Di pertengahan 2026, perseroan meluncurkan BRImo Taiwan untuk memperluas akses keuangan bagi pekerja migran. Hingga Juni 2026, sekitar 1,4 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) memanfaatkan layanan remitansi BRI, didukung oleh jaringan internasional seperti BRI Taipei Branch Office.
Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan secara terstruktur melalui berbagai program. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.000 desa, sementara inisiatif KlasterkuHidupku berhasil mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha. Ekosistem ini diperkuat oleh platform LinkUMKM yang digunakan oleh lebih dari 17,3 juta pelaku usaha, serta 54 Rumah BUMN yang menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk 596 ribu UMKM terdaftar. Selain itu, melalui sinergi Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, ekosistem emas yang dikelola telah mencapai 153 ton.
DPRD Kota Bandung Percepat Pembahasan Raperda Perubahan Status BPR Syariah Menjadi Perseroda

Di sektor perumahan, BRI menyalurkan KPR subsidi senilai Rp 18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur hingga Juni 2026. Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi penyaluran ini dengan porsi 97 persen, menjangkau sekitar 131 ribu penerima manfaat atau tumbuh 33,92 persen secara tahunan. Sepanjang tahun 2026, realisasi penyaluran FLPP mencapai 19.075 unit, atau baru mencapai sekitar 32,8 persen dari total target tahunan yang ditetapkan sebanyak 60 ribu unit.
Kontribusi keuangan BRI kepada negara secara konsisten terus terjaga dari tahun ke tahun. Sebelum mencatatkan setoran pada awal tahun 2026, BRI telah menyetorkan Rp 50,5 triliun pada tahun 2023 yang terdiri dari pajak Rp 27,3 triliun dan dividen Rp 23,2 triliun. Jumlah ini meningkat pada tahun 2024 menjadi Rp 57,6 triliun dengan rincian pajak Rp 31,9 triliun dan dividen Rp 25,7 triliun, serta sebesar Rp 55,8 triliun pada tahun 2025 dengan rincian pajak Rp 28,1 triliun dan dividen Rp 27,7 triliun.






