Pemerintah Janji Revitalisasi SDN Tanggirejo, Setelah Potret Siswa Makan Bergizi di Kelas Roboh Menyentil Hati Publik

Andi TobanPublished 26 Jul 2026 - 03.330 Reads
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Janji Revitalisasi SDN Tanggirejo, Setelah Potret Siswa Makan Bergizi di Kelas Roboh Menyentil Hati Publik
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Satu foto yang beredar di media sosial telah menjelma lebih dari sekadar dokumentasi program pemerintah. Jepretan dari Grobogan itu memperlihatkan deretan siswa SDN Tanggirejo tengah menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis dengan lahap. Namun di belakang mereka, bukan dinding kokoh atau papan tulis berwarna cerah, melainkan tiang-tiang penyangga yang nyaris patah dan atap ruang kelas yang sepenuhnya ambruk. Potret itu seperti menyajikan dua sisi kebijakan dalam satu bingkai yang janggal: perhatian pada isi piring anak-anak, sementara tempat mereka menuntut ilmu terabaikan. Kontras yang diam-diam mengetuk rasa prihatin ribuan pasang mata, lantas memaksa langkah birokrasi bergerak lebih cepat.

Kenyataan di lapangan jauh sebelum foto itu viral sudah cukup memilukan. Atap bangunan SDN Tanggirejo dilaporkan roboh sejak Januari lalu, membuat empat ruang kelas tak lagi bisa digunakan. Alih-alih menambah ruang darurat, sekolah terpaksa menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan yang masih utuh, bahkan memindahkan proses belajar-mengajar ke mushola sekolah. Dalam kondisi itulah para siswa tetap menerima distribusi Makan Bergizi Gratis, duduk di depan kelas yang separuh runtuh, tanpa banyak keluar dari mulut mungil mereka. Suasana ini sebenarnya telah dirasakan warga sekolah selama berbulan-bulan, namun baru menjadi perhatian luas setelah kamera seseorang mengabadikannya dan menyebarkannya ke dunia maya.

Also Read

Dari Kebun Sayur, Veronika Reni Menumbuhkan Masa Depan Citra

Pemerintah pusat akhirnya bereaksi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan akan merevitalisasi SDN Tanggirejo melalui anggaran tahun 2026. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa sekolah tersebut kini menjadi salah satu dari tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Koordinasi terus dijalin, melibatkan kepala sekolah, dinas pendidikan setempat, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini menandai peralihan dari penanganan yang semula tampak lambat menjadi respons yang lebih terstruktur.

Upaya konkret dijadwalkan dalam waktu dekat. Kepala SDN Tanggirejo akan diundang ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi, sebuah tahapan administratif yang memastikan kucuran dana perbaikan benar-benar mengalir. Gogot menjelaskan bahwa perbaikan sarana dan prasarana satuan pendidikan sejatinya telah menjadi program pemerintah melalui skema revitalisasi yang berjalan. Namun, kasus SDN Tanggirejo seolah menjadi pengingat bahwa sekat antara kebijakan di atas kertas dan kondisi riil di pelosok masih membutuhkan banyak jembatan. Lambatnya penanganan sebelum viral kontras dengan sigapnya respons setelah gambar itu menyebar, menimbulkan tanya: apakah satu foto lebih ampuh dari laporan berkala sekolah?

Also Read

RUU LGBTQ Perlu Pendekatan Edukasi, Bukan Hanya Hukuman

Viralitas memang sering menjadi pemantik aksi di era digital ini, tetapi cerita SDN Tanggirejo bukan sekadar kisah bangunan ambruk yang kebetulan tersorot. Setiap piring bergizi yang tiba tanpa tempat belajar yang layak adalah potret layanan publik yang timpang. Kini, dengan komitmen revitalisasi yang mulai mengalir, harapan tak hanya bertumpu pada perbaikan empat ruang kelas. Ada asa agar perhatian terhadap infrastruktur pendidikan tidak lagi menunggu pemberitaan besar, melainkan hadir sebagai denyut rutin yang menjangkau setiap sudut negeri. Karena di luar sana mungkin masih banyak Tanggirejo-Tanggirejo lain yang atapnya nyaris rubuh, namun belum cukup beruntung untuk viral.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca