Pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia kini tengah menjadi fokus utama untuk mengatasi ketimpangan antarwilayah dan memperkuat konektivitas nasional. Salah satu langkah strategis yang didorong oleh pemerintah adalah pengembangan jaringan perkeretaapian nasional. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan dalam distribusi barang. Proyek pengembangan jaringan kereta api lintas pulau ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang harus segera direalisasikan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa program pengembangan ini merupakan bagian integral dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Pemerintah secara khusus memfokuskan pembangunan jaringan kereta api ini pada wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa. Fokus ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengurangi ketimpangan pembangunan yang terjadi antarwilayah di Indonesia, sekaligus menekan biaya logistik nasional agar menjadi lebih efisien.
Otorita IKN Evaluasi Pembangunan Fisik Tahap II Menuju Target 2028

Saat ini, kontribusi transportasi kereta api terhadap mobilitas nasional masih terbilang sangat rendah. Kereta api baru berkontribusi sekitar 4 persen untuk mobilitas angkutan penumpang, dan hanya menyumbang sekitar 1 persen untuk sektor logistik nasional. Padahal, moda transportasi berbasis rel ini memiliki keunggulan besar dalam hal kelestarian lingkungan, di mana kontribusi kereta api terhadap emisi gas rumah kaca tercatat sangat rendah, yakni kurang dari 1 persen. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah wilayah Kalimantan yang bahkan belum memiliki jaringan kereta api sama sekali. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menargetkan ekspansi jaringan kereta api hingga sekitar 14.000 kilometer tambahan serta reaktivasi jalur-jalur yang sudah ada. Upaya besar ini diperkirakan membutuhkan investasi yang sangat besar, yakni berkisar antara Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045 mendatang.
Di samping pembangunan infrastruktur transportasi fisik di luar Pulau Jawa, upaya penguatan konektivitas juga menyasar sektor digital di wilayah lain, salah satunya di Jawa Timur. Operator seluler XLSmart saat ini tengah aktif memperluas cakupan jaringan 5G mereka demi memberikan layanan internet cepat bagi masyarakat. Langkah ekspansi jaringan generasi kelima ini dipimpin oleh Dodik Ariyanto selaku Regional Group Head untuk XLSmart di Area Jawa Timur. Ekspansi jaringan 5G ini difokuskan pada delapan kota dan kabupaten di wilayah Jawa Timur guna menunjang kebutuhan digital yang kian berkembang.
Progres Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan Rencana Pengembangan TOD di Kota Jababeka

Adapun delapan wilayah di Jawa Timur yang menjadi target perluasan cakupan jaringan 5G dari XLSmart tersebut meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Tuban. Langkah perluasan ini dinilai sangat relevan mengingat trafik layanan data XLSmart di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini juga tecermin dari tingginya konsumsi data para pelanggan XLSmart di Jawa Timur, yang kini rata-rata konsumsinya telah mencapai 25 GB per bulan untuk setiap pelanggan. Melalui sinergi pembangunan infrastruktur fisik kereta api luar Jawa dan ekspansi jaringan telekomunikasi 5G ini, diharapkan pemerataan konektivitas di Indonesia dapat segera terwujud.






