apriniageosat.co.id
BerandaNasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNationalPopuler
Beranda/Sejarah

Sumur Artesis Batavia dan Awal Mula Jaringan Air Jakarta

Domu TobingDiterbitkan 19 Agu 2026 - 16.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sumur Artesis Batavia dan Awal Mula Jaringan Air Jakarta
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Sebuah keributan kecil pecah di kawasan Gang Zecha, Batavia, pada tahun 1881. Ketegangan bermula ketika seorang warga keturunan Eropa mendapati sejumlah perempuan dan anak-anak pribumi sedang mandi menggunakan pancuran air dari hidran umum. Warga Eropa tersebut menegur dan meminta mereka untuk berhenti, namun teguran itu mendapat perlawanan. Seorang pria pribumi mempertanyakan larangan tersebut karena merasa warga telah membayar pajak setiap tahun sehingga berhak menggunakan fasilitas pemerintah. Peristiwa ini bukan sekadar pertikaian harian biasa, melainkan cerminan dari ketimpangan akses serta tingginya ketergantungan masyarakat kolonial terhadap infrastruktur air bersih yang disediakan pemerintah pada masa itu. Kejadian di Gang Zecha tersebut menjadi salah satu catatan sosial yang penting dalam sejarah panjang pemenuhan kebutuhan dasar warga kota.

Penyediaan air bersih di Batavia memang memiliki sejarah panjang yang penuh tantangan. Sebelum konflik di Gang Zecha terjadi, pemerintah kolonial Hindia Belanda telah melakukan berbagai upaya untuk mencari sumber air bersih bawah tanah yang layak konsumsi. Pada tahun 1843, sebuah proyek pengeboran bawah tanah sedalam 83 meter dilakukan di wilayah Benteng Prins Frederik, yang kini menjadi kawasan Masjid Istiqlal. Tidak berhenti di situ, proyek pengeboran serupa kembali dilaksanakan di Pulau Onrust pada tahun 1854 dengan kedalaman mencapai 101 meter. Namun, kedua proyek awal ini belum memberikan hasil memuaskan karena hanya menghasilkan sedikit air dengan kualitas yang rendah.

Baca Juga

Kapusdiklat Mapim Kejaksaan Gagas Sistem ASCCC Berbasis AI

Kapusdiklat Mapim Kejaksaan Gagas Sistem ASCCC Berbasis AI

Pencarian sumber air bersih dilanjutkan pada tahun 1869, ketika seorang insinyur bernama P.H. van Diest melakukan penelitian geologi di wilayah antara Batavia dan Buitenzorg (sekarang Bogor). Hasil penelitian geologi tersebut memberikan petunjuk penting bagi pemerintah kolonial untuk kembali melakukan pengeboran di kawasan militer Weltevreden pada tahun 1872. Pengeboran baru yang dimulai pada pertengahan April 1872 ini berhasil mencapai kedalaman sekitar 154 meter pada awal Agustus tahun yang sama. Hasil pengeboran di Weltevreden dinilai sangat baik dengan debit air yang melimpah, jauh melampaui hasil proyek pengeboran lain di Pulau Jawa pada masa itu.

Keberhasilan di Weltevreden memicu pembangunan sumur-sumur artesis baru di sejumlah lokasi strategis, seperti Batoetoelis, Parapattan, Molenvliet-Oost, Koningsplein, Salemba, dan Meester Cornelis. Air dari sumur artesis dialirkan ke reservoir sebelum disalurkan ke hidran-hidran umum yang diresmikan pertama kali pada 24 Mei 1876. Namun, penggunaan fasilitas ini segera memicu pembatasan dari pemerintah kolonial yang melarang aktivitas mandi dan mencuci langsung di bawah keran hidran sejak tahun 1876. Pembatasan ini menimbulkan ketegangan sosial, seperti yang diberitakan oleh surat kabar Bataviaasch Handelsblad pada 26 Februari 1878 mengenai keluhan terhadap aktivitas mandi warga di Parapattan.

Baca Juga

Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Ketentuan dan Keutamaan Membaca Sholawat

Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Ketentuan dan Keutamaan Membaca Sholawat

Seiring perkembangan kota, jaringan sumur artesis terus diperluas hingga mencakup puluhan sumur dan jaringan pipa sepanjang 119 kilometer pada awal abad ke-20. Namun, kebutuhan air yang terus membengkak memaksa pemerintah kolonial mencari alternatif lain dengan memanfaatkan mata air Ciburial di Ciomas, Bogor, pada periode 1918 hingga 1920. Saluran air bersih dari Ciburial ini resmi mengalir ke Batavia untuk pertama kalinya pada 23 Desember 1922. Pembangunan jaringan baru ini juga ditandai dengan berdirinya bangunan penampung air Gudang Air Pasar Rebo pada tahun 1922 yang masih bertahan hingga kini, sementara operasional sumur-sumur artesis di dalam kota perlahan-lahan dihentikan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Terkoreksi 0,86% Terseret Kinerja Saham Bayan Resources (BYAN)Kapusdiklat Mapim Kejaksaan Gagas Sistem ASCCC Berbasis AI22 Daerah di Jawa Timur Tetapkan Status Darurat KekeringanBaznas Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTTPerkembangan Jumlah Penumpang dan Fasilitas Park and Ride Kereta Cepat WhooshMaulid Nabi Muhammad SAW 2026, Ketentuan dan Keutamaan Membaca SholawatSidang Gugatan Terhadap Meta Dimulai, Induk Facebook Terancam Denda Rp3.270 TriliunBI Catat Volume Transaksi Pembayaran Digital Capai 5,50 Miliar pada Juli 2026

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

Nasional

Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RI

13 Agu 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  4. 4Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  5. 5Kemkominfo Pastikan Izin Starlink Lengkap di Tengah Langkah Deregulasi Perizinan RINasional 路 13 Agu 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalHukumEkonomiOlahragaPolitikTeknologiOtomotifInternasionalSportsPoliticsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap