PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus menunjukkan perkembangan positif sejak mengoperasikan Kereta Cepat Whoosh. Sebagai kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, Whoosh mampu melaju dengan kecepatan tinggi hingga mencapai 350 kilometer per jam. Layanan ini menghubungkan Jakarta dan Bandung melalui rute yang terdiri dari empat stasiun utama, yaitu Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar Summarecon. Sejak resmi mulai beroperasi pada tanggal 17 Oktober 2023, Whoosh telah berhasil menarik minat masyarakat dengan mencatatkan jumlah penumpang yang mencapai 1.028.216 orang. Okupansi rata-rata penumpang Whoosh juga tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 90 persen dari total ketersediaan tempat duduk di setiap rangkaian kereta yang beroperasi.
Melihat antusiasme masyarakat yang sangat besar, KCIC optimis terhadap perkembangan transportasi modern ini di masa depan. KCIC membidik target jumlah penumpang harian Kereta Cepat Whoosh dapat mencapai sekitar 30.000 penumpang per hari pada tahun 2028. Kenaikan volume penumpang ini juga terlihat jelas pada momen-momen sibuk seperti masa mudik dan arus balik. Sebagai contoh, pada arus balik Lebaran 2026, sebanyak 12.000 tiket kereta cepat untuk berbagai rute perjalanan telah terjual hingga hari Minggu siang. Jumlah penjualan tiket pada arus balik tersebut diproyeksikan akan terus bertambah hingga menyentuh angka 20.000 tiket seiring berjalannya waktu.
Baznas Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Gempa NTT

Demi kelancaran dan ketepatan waktu perjalanan bersama, KCIC senantiasa mengimbau para calon penumpang untuk memperhatikan aturan waktu keberangkatan. Pintu masuk keberangkatan atau boarding gate stasiun Whoosh akan ditutup tepat 5 menit sebelum kereta diberangkatkan. Oleh karena itu, para penumpang sangat disarankan untuk datang dan tiba di stasiun keberangkatan paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta. Khusus bagi para penumpang Whoosh yang berasal dari wilayah Bandung, Jawa Barat, KCIC juga memberikan imbauan agar mereka dapat memanfaatkan layanan kereta pengumpan atau feeder untuk menuju ke Stasiun Padalarang agar perjalanan berjalan lebih lancar.
Selain ketepatan waktu, KCIC juga terus berupaya meningkatkan kenyamanan penumpang dengan menghadirkan fasilitas park and ride di stasiun Kereta Cepat Whoosh. Langkah penyediaan fasilitas parkir ini diambil khusus untuk mempermudah para penumpang yang ingin melakukan perjalanan pulang-pergi antara Jakarta dan Bandung dalam kurun waktu satu hari saja. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Eva Chairunisa, tercatat sebanyak 48 persen penumpang Whoosh merupakan masyarakat yang sebelumnya terbiasa menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian ke Jakarta maupun Bandung. Adanya fasilitas parkir yang memadai ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak pengguna kendaraan pribadi berpindah menggunakan kereta cepat.
Menakar Tantangan Implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi di Indonesia

Fasilitas park and ride yang disediakan oleh KCIC ini tersebar di beberapa stasiun dengan kapasitas dan sistem yang modern. Di Stasiun Kereta Cepat Halim, tersedia fasilitas parkir yang memiliki kapasitas tampung sebanyak 212 mobil. Sementara itu, untuk Stasiun Kereta Cepat Tegalluar, kapasitas parkir yang disediakan mampu menampung hingga 107 mobil dan 220 sepeda motor. Seluruh transaksi pembayaran parkir di Stasiun Halim dan Stasiun Tegalluar kini sudah dilakukan secara digital, yakni sepenuhnya menggunakan kartu uang elektronik. Sementara itu, bagi para penumpang yang naik atau turun di Stasiun Bandung dan Stasiun Padalarang, fasilitas park and ride juga sudah tersedia dengan memanfaatkan area parkir resmi milik PT KAI.






